SURABAYA, GORIAU.COM - Kontingen Riau hampir saja menambah pundi-pundi medali emas dari cabang pencak silat pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja I Surabaya, Jawa Timur, Rabu (11/12/2014) lalu.

Ipro Aini, pesilat Riau di kelas D Putri harus memupus harapannya untuk menyumbangkan medali setelah mengalami patah tulang pada babak ketiga.

Dirinya begitu ingin memenangi ketiga babak setelah dua babak sebelumnya berhasil diamankan atas pesilat asal Jawa Timur (Jatim). Namun saat babak ketiga, saat dirinya dibanting, Aini jatuh dengan posisi tangan yang salah.

"Alhamdulillah saat ini sudah diobati. Saya melihat keinginan kuatnya untuk merengkuh medali bagi Riau. Namun ada sedikit kesalahan yang tidak bisa dia hindari," kata Ketua Umum KONI Riau, Emrizal Pakis kepada wartawan, di Hotel Binsata, Surabaya, Jatim, Sabtu (13/12/2014).

Saat diketahui patah tangan, dirinya langsung dibawa ke RS Swasta Husada untuk mendapatkan perawatan langsung dan ditangani secara cepat. "Kita sangat melihat keinginan dirinya untuk merengkuh medali. Tetapi dia sudah menjadi sang juara bagi kami dengan perjuangan yang dia tunjukkan," sambung Emrizal.

Sementara hingga selesai dipertandingkan pada Sabtu (13/12/2014), pencak silat berhasil membawa satu medali perak untuk Kontingen Riau. Dimana didapat dari Riskia di kelas Tunggal Putri.

Riskia kalah atas pesilat tuan rumah, Jawa Timur. Menyusul peringkat ketiga untuk medali perunggu diamankan Sulawesi Utara.

Sejauh ini, Kontingen Riau sudah berhasil mengamankan 4 medali emas, 7 perak dan 8 perunggu. Dengan hasil tersebut, Riau berada di peringkat ketujuh.

4 medali emas Riau tersebut masing-masing disumbangkan atletik (2), panahan (1) dan anggar 1. Menyusul 7 medali perak masing-masing atletik (2), panahan (2), senam (2) dan silat (1). Sementara 8 medali perak didapat dari cabang anggar (2), senam (2), renang (2), atletik (1) dan panahan (1).

."Secara keseluruhan, ini pencapaian yang sudah luar biasa. Karena kita berada dekat dengan daerah-daerah kuat yang sebagian besar berasal dari Pulau Jawa," pungkas Emrizal.***