
MAKKAH - Lukman, guru mengaji asal Madura, Jawa Timur, kini dicekam ketakutan di Makkah. Sebab, pemerintah Arab Saudi tengah memburu jamaah yang nekat berhaji menggunakan visa non haji. Sedangkan Lukman berangkat menggunakan visa ziarah.
Dikutip dari Republika.co.id, Lukman ketakutan setelah mendapatkan kabar koordinator travel yang memberangkatkannya ke Tanah Suci ditangkap polisi Saudi. Ia kini terlantar dan kebingungan di Makkah.
Lukman mengaku takut tertangkap dan dipenjara. Dia takut tak bisa pulang ke Indonesia. Di benaknya melintas bayangan istrinya yang sedang hamil. Dua wajah anaknya yang masih kecil pun membayanginya.
"Duhh..,gusti..kok bisa jadi begini!" kata dia, Kamis (13/6/2024).
Diselimuti kekecewaan saat ditemani tiga lansia kawannya asal Madura, Lukman tak henti-hentinya istighfar, memanggil-manggil asma Allah.
"Tidak disangka saya seperti buronan sekarang. Saya di sini (shalat di Masjidil Haram) sebenarnya menghindar, dapat kabar hotel digerebek polisi. Kan ada yang bilang tempat paling aman justru tempat paling berbahaya," katanya.
Pria berusia 39 tahun ini menyebut pemilik travel ditangkap beberapa hari lalu. "Terus sekarang bagaimana, enggak bertanggung jawab. Panas dingin ini, kawan-kawan pingin ngajak pulang," keluhnya.
Lukman saat ini tinggal di sebuah pemondokan di kawasan wilayah, Kota Makkah. Kepada siapa pun, Ia tidak akan mau menyebut nama hotelnya. Termasuk kepada jamaah-jamaah haji lain yang dikenalnya.
Ia juga mengaku banyak di antara kawan-kawannya mengajak bertemu. Tapi dia terus menolak mengingat posisinya sekarang ini.
"Ada banyak kawan jamaah di sini, wali-wali santri juga banyak yang kirim WA (WhatsApp) ingin bertemu, tapi sudahlah. Takut saya terjadi apa-apa," ujarnya.
Berangkat ke Tanah Suci menggunakan jasa Travel Haji, yang katanya dikelola mukimin asal Medan, Lukman bersama rombongan dari Madura, Mojokerto, Surabaya, dan beberapa daerah lain hanya dibekali visa ziarah. Mereka juga diasupi janji-janji ketika sesampai di Makkah nanti bakal diberi visa haji.
Namun, janji tinggal janji. Padahal uang yang disetor tidak sedikit, sekitar Rp160 juta sampai Rp 200 juta.
Di rombongannya, diungkapkan Lukman, bahkan ada yang menjual tanah. Mereka pun memilih pulang saja, tidak mau mengambil risiko melanjutkan perjalanan haji mereka.
"Iki adem panas nggak doyan mangan (Ini panas dingin nggak doyan makan). Kasihan ini temen-temen, sudah jual tanah buat ke sini, kerjaan angon (gembala) kambing...,ini lagi ngumpul bahas rencana pulang," ujarnya.
Pemilik Travel Haji Ditangkap
Sebelumnya, seorang warga negara Indonesia (WNI) berinisial LNM ditangkap aparat keamanan Arab Saudi lantaran menjual paket haji tanpa tasreh di akun Facebook-nya. Lukman merupakan salah satu jamaahnya yang tergoda janji-janji manisnya.
LNM merupakan pemilik travel paket umrah dan haji. Dia biasa menjual paket haji lewat akun Facebook-nya. Kabar tersebut disampaikan Konjen RI Jeddah, Yusron B. Ambary.
"Saya sebelumnya menyampaikan selebgram ya, ternyata bukan. Dia jualan melalui akun Facebook-nya yang sudah punya pengikut 5 ribu," kata Yusron dalam jumpa pers melalui Zoom, Jumat (7/6/2024).
Pelaku LNM berusia 40 tahun adalah pemilik travel umrah AND Tour. Dia ditangkap pada Sabtu, 25 Mei 2024, dalam perjalanan menuju hotelnya di Makkah. Setelah ditangkap, LNM segera ditahan oleh kejaksaan setempat.
Di sisi lain, perusahaan tour miliknya tersebut ternyata legal, tapi baru punya izin untuk perjalanan umrah saja.***