KAMPAR - Oknum TNI dan sejumlah warga di Siak Hulu Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, Minggu (25/6/2017), terlibat keributan yang berujung aksi pengeroyokan. Peristiwa itu diduga dipicu akibat cekcok di jalan saat mengendarai sepeda motor.

Informasi yang dirangkum GoRiau.com (GoNews Grup), cekcok ini diawali karena oknum TNI nyaris disenggol saat berkendara oleh sekelompok pemuda setempat. Tak tahu kenapa, kejadian itu malah berujung dengan aksi pengeroyokan yang diduga dilakukan sang oknum.

Buntut dari peristiwa itu, korban pemukulan yang tak terima kemudian mengabarkan beberapa orang lainnya hingga berujung aksi balasan. Kabarnya seorang oknum TNI sempat dihajar (dikeroyok, red) pula. Tak cukup disitu, sejumlah warga juga mendatangi markas TNI (Siak Hulu, red).

Untung saja situasi dapat segera dinetralisir, sebelum timbul keributan yang lebih luas. Sebab masyarakat sudah ramai berkumpul di depan markas TNI di sana. Mengantisipasi itu, Kepolisian, TNI dan perwakilan warga lalu bermusyawarah agar masalah tersebut tidak berlarut-larut.

Aparat setempat menyebutkan, situasi saat ini sudah kembali normal. Kejadian itu sendiri berlangsung sejak Minggu siang dan berlanjut sampai sore harinya. Terkait aksi pengeroyokan yang dilakukan oknum TNI ini kabarnya juga sudah diadukan warga ke Denpom.

"Situasi kondusif. Sudah dilakukan koordinasi agar dapat diselesaikan dengan cara yang baik. Upaya kita adalah bagaimana menenangkan warga," sebut Paur Humas Polres Kampar Iptu Deni Yusra, dikonfirmasi GoRiau.com (GoNews Grup), Minggu malam terkait peristiwa tersebut.

Terpisah, Kades Desa Bulucina M Ralis yang dihubungi melalui telepon genggamnya, membenarkan soal kejadian ini. Informasinya ada empat pemuda setempat yang diduga jadi korban kekerasan dari oknum TNI. Mereka sudah ditangani (diobati, red) pihak rumah sakit di Pekanbaru.

M Ralis juga mengatakan, suasana sempat sedikit mencekam pasca kasus pengeroyokan itu, sebelum akhirnya masyarakat membubarkan diri dan pulang ke rumah masing-masing. ***