DURI - Imunisasi yang merupakan usaha memberikan kekebalan pada bayi dan anak hendaknya tidak diabaikan para orangtua. Apalagi sejak ada temuan kasus luar biasa (klb) di wilayah Kecamatan Mandau, yaitu penyakit difteri yang mengancam anak-anak usia 6-9 tahun.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, Mohammad Sukri menegaskan kepada para orangtua agar tidak melewatkan jadwal imunisasi di posyandu terdekat, mengingat pentingnya imunisasi sebagai untuk mencegah terhadap penyakit tertentu.

Baca Juga: Kasus Difteri Mulai Bermunculan di Duri

"Seperti yang disampaikan Ketua IDI Bengkalis beberapa waktu lalu, kita di Dinas Kesehatan juga sudah melakukan langkah-langkah cepat dan tepat untuk memutuskan rantai penyebaran penyakit menular yang jika lambat diobati akan menyebabkan kematian pada generasi muda harapan bangsa," ujar Mohammad Sukri kepada GoRiau.com (GoNews Grup) melalui sambungan selulernya.

Dijelaskannya, difteri ini salah sati penyakit yang sangat menakutkan bagi sebagian besar orang di Indonesia. Karena penyebab kematian pada bayi dan anak muda mayoritas oleh penyakit difteri ini. Meskipun penyakit ini masih asing didengar oleh telinga masyarakat, namun penyakit ini sangat membahayakan serta mengancam nyawa khususnya bagi anak-anak.

"Penyebarannya sangat mudah, seperti dengan kontak langsung, percikan air ludah penderita saat berbicara dengan temannya, batuk atau bersin membawa kuman-kuman atau bakteri difteri. Selain itu bisa ditularkan melalui makanan atau benda yang terkontaminasi, makanya kita sangat tegaskan sekali agar orangtua tidak mengabaikan imunisasi ini," tegas M Sukri.

Baca Juga: Miliki Balita Wajib Bawa ke Posyandu

Dengan imunisasi ini, tambahnya lagi, penyakit difteri ini dapat dicegah. Buah hati dan anak akan terhindar dari penyakit mematikan tersebut. Imunisasi difteri ini tergabung dalam imunisasi DPT atau termasuk dalam lima imunisasi dasar lengkap.

"Imunisasinya berbarengan dengan imunisasi polio, hepatitis B, sedangkan imunisasi difteri ini tergabung dalam imunisasi DPT atau Difteri, pertusis dan tetanus. Untuk bayi berumur 9 bulan dilengkapi dengan imunisasi campak. Maka segeralah bawa buah hati anda ke posyandu untuk memberikan vaksin imunisasi difteri, agar tidak mudah terserang penyakit difteri," tutupnya. *** #BENGKALIS