
DURI - Akhir-akhir ini para orangtua di Duri mulai dikhawatirkan dengan penyakit Difteri yang diisukan telah merenggut korban jiwa sebanyak 4 orang. Hal itu di bantah langsung oleh Dinas Kesehatan Bengkalis melalui UPT Puskesmas Kecamatan Mandau.
Baca Juga: Bengkalis Siaga Difteri, Anak Wajib Imunisasi
Baca Juga: Dinkes Turunkan Tim Lakukan Imunisasi ke Sekolah Guna Tekan Kasus Difteri
"Kasus Difteri ini memang sudah menular pada anak-anak di Duri. Namun belum ada korban jiwa hingga saat ini. Sementara pasiennya sudah mencapai 12 orang dan 6 orang diantaranya sudah sembuh," kata Kepala UPT Puskesmas Mandau, Drg. Ema Rayanis saat dikonfirmasi GoRiau.com (GoNews Grup), Jumat (9/12/2016).
Sementara 6 pasien lainnya, lanjut Ema, masih menjalan perawatan intensif diruang isolasi RSUD Duri. "Pasien Difteri ini saat dalam perawatan harus berada diruang isolasi. Sebab, penyakit ini paling cepat menular dengan kontak langsung seperti bersentuhan, bicara, bersin dan lainnya," tutur Ema.
Meski nama penyakit ini masih sangat baru didengar oleh masyarakat dan jarang ditemui, tapi penyakit ini jangan dianggap sepele atau dipandang sebelah mata. Sebab penyakit difteri ini salah satu penyakit menular yang mematikan dan suatu Kejadian Luar Biasa (KLB).
"Pasien terbanyak itu berasal dari sekolah Mutiara mulai dari SD hingga SMP. Kita bersyukur tidak ada pasien diusia balita rata-rata SD dan SMP. Kalau balita pengobatan atau penanganannya agak sulit. Untuk itu kepada orangtua kita harapkan mau membawa anaknya ke posyandu untuk mendapatkan suntik sebagai pencegahan agar tidak tertular Difteri," ujar Ema.
Selain mensosialisasikan soal penyakit ini melalui posyandu yang ada, Dinas Kesehatan Bengkalis juga melakukan imunisasi di seluruh PAUD, TK dan SD.
"Imunisasi juga dilakukan di sekolah, karena sebagian alasan orangtua tidak membawa anaknya imunisasi ke posyandu karena bersekolah. Imunisasi ke sekolah ini sudah hampir menyeluruh dilakukan di Mandau," kata Ema menjelaskan. *** #BENGKALIS