
PEKANBARU, GORIAU.COM - Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII yang sudah berakhir, Kamis (20/9/2012) dengan sukses, diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi Pemprov Riau, DPRD dan masyarakat Riau dalam menyelenggarakan event akbar yang menyedot dana sangat besar. Pengelolaan event harus profesional, mandiri dan tidak ikut memakan terlalu besar APBD yang seharusnya digunakan untuk pemerataan pembangunan.
Demikian diingatkan Direktur Executive Badan Advokasi Publik Riau (BAPR) M Rawa El AMady yang dihubungi wartawan melalui telepon selulernya, Jumat (21/9/2012). Jika tetap memakan APBD terlalu besar, justru tidak mendorong percepatan pembangunan namun hanya memindahkan program dan hasilnya akan terjadi kepincangan pembangunan.
''Cukuplah sudah masyarakat Riau menderita dengan digunakanya APBD untuk PON. Pemprov Riau jangan lagi mengotak-atik APBD 2013 mendatang untuk ISG yang akan diselenggarakan di daerah ini. Pemprov harus berani minta kepedulian pusat mengucurkan dana APBN untuk ISG dan menggali sponsorship,'' katanya.
Saat ini sebutnya, terkesan ada niat dari Pemprov Riau yang akan danai ISG 2013 melalui APBD 2013. Jika hal ini terjadi, ulas Rawa, maka ISG akan kembali membuat masyarakat menderita.
DPRD juga diingatkan untuk menstop persetujuan pendanaan ISG karena, sampai saat ini saja untuk pelaksanaan PON XVIII di Riau yang merupakan gawe nasional, ternyata bantuan dijanjikan pusat dan sponsorship masih sangat minim.(rdc)