
PEKANBARU, GORIAU.COM - Keputusan DPP Golkar kubu Aburizal Bakrie (ARB) menyetujui Septina Primawati untuk menggantikan Suparman sebagai Ketua DPRD Riau, mengejutkan banyak pihak, khususnya wakil rakyat di DPRD Riau.
Pasalnya, seminggu sebelum keputusan itu ditetapkan, Ketua Harian Golkar Riau versi ARB Ruspan Aman sudah berkoar-koar di media terkait 3 nama yang diusulkan ke DPP Golkar, yakni Supriati, Masnur dan Erizal Muluk, untuk menggantikan Suparman yang maju di Pilkada Rohul.
Pengurus Golkar Riau versi Agung Laksono (AL) juga tak mau ketinggalan. Mereka bahkan mengusulkan empat nama ke DPP Golkar, diantaranya Septina, Vattah, Supriati dan Sumiyanti.
Seiring berjalannya waktu, pasca terbitnya keputusan kasasi Mahkamah Agung (MA) yang membatalkan SK Menkum HAM, maka keputusan untuk menetapkan Ketua DPRD Riau sepenuhnya diserahkan kepada kubu ARB, sesuai kesepakatan awal antara kubu ARB dan AL.
Ketua DPD I Golkar Riau versi AL, Indra M Adnan mengatakan, negosisasi yang dilakukan dengan ARB agar menetapkan Septina sebagai Ketua Golkar Riau, akhirnya disetujui. Kata Indra, ARB menilai, selain sosok keibuan yang tegas, Septina memiliki kemampuan dalam menjalin komunikasi dengan semua anggota DPRD Riau yang ada di masing-masing fraksi.
"Alhamdullilah, usulan kita ini tak hanya disetujui Pak Agung, tapi juga Pak ARB, dan SK itu sudah ditandatangani," kata Indra kepada GoRiau.com, Senin (9/11/2015) malam.
Saat ditanya, apa lagi pertimbangan ARB sehingga dia mau menyetujui usulan kubu AL agar Septina menempati posisi stategis di DPRD Riau, sehingga mengabaikan 3 nama yang diusulkan Ketua DPD I Golkar Riau versi ARB, Arsyadjuliandi Rachman, Indra Adnan enggan menjabarkannya lebih jauh. "Tentu melalui pertimbangan yang matang, banyak lagi lah, bisa jadi karena perempuan," kata Indra.
Terpisah, saat GoRiau.com menemui Septina beberapa waktu lalu di Gedung DPRD Riau Jalan Sudirman Pekanbaru, wanita berkerudung itu mengaku siap kalau Partai Golkar mengamanahkan kepadanya posisi Ketua DPRD Riau, menggantikan Suparman. Namun, dia tampak pesimis, dari 3 nama yang diusulkan, tak ada namanya tercantum.
"Kan beritanya udah ada, mana ada nama saya. Saya tak minta, tapi kalau diberi amanah oleh partai, tentu saya harus siap," ujar legislator daerah pemilihan Indragiri Hilir ini.
Data GoRiau.com, Munas Golkar yang berlangsung di Pekanbaru pada 2010 lalu dan memenangkan ARB sebagai Ketua Umum Golkar, mengalahkan Surya Paloh, tidak terlepas dari peran HM Rusli Zainal yang saat itu menjabat Gubernur Riau dan Ketua Golkar Riau.
Bahkan, setelah resmi menjabat Ketua Umum, ARB juga menempatkan Rusli sebagai Ketua DPP Golkar, sedangkan hasil Musda Golkar Riau di Tembilahan akhir tahun 2010, Indra M Adnan terpilih secara aklamasi menggantikan posisi Rusli sebagai Ketua Golkar Riau, mengalahkan rivalnya, Herman Abdullah.
Seiring berjalannya waktu, diakhirnya masa jabatannya, Rusli tersandung kasus hukum dan saat ini menjani hukum di LP Pekanbaru. Namun, loyalitas seorang Rusli dan kepiawaiannya melobi telah mengantarkan ARB menjadi orang nomor 1 di Golkar, tentu hal ini tidak mudah dilupakan seorang ARB.
Bisa saja, Indra Adnan memainkan negosiasinya dengan ARB agar menyetujui usulan untuk memilih Septina Primawati yang merupakan istri Rusli Zainal. Meski negosiasi tidak mudah, namun kesetiakawanan seorang ARB, ternyata mampu menghilangkan semua ego politik yang semakin memanas antara kubu AL dan ARB, pasca keluarnya kasasi MA.
Bisa jadi, ini cara ARB untuk membalas loyalitas Rusli Zainal kepadanya selama ini, dengan menyetujui Septina menjabat Ketua DPRD Riau.***