
PEKANBARU - Balai ‎Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru melakukan uji laboratorium terhadap makanan dan minuman buka puasa (takjil, red) di Pasar Ramadan Jalan Ahmad Yani (depan rumah dinas Walikota Pekanbaru).
Selama satu bulan mendatang, operasi takjil ini akan dilakukan untuk mengantisipasi takjil yang terkandung empat zat berbahaya bagi kesehatan yaitu formalin, boraks, menthanyl yellow dan rhodamin. Sebab, berdasarkan gelaran tes uji laboratorium tahun lalu, dari 371 sampel takjil yang diuji ternyata 86 persennya mengandung rhodamin.
Pantauan GoRiau.com di lapangan, peguji sampel takjil BBPOM Pekanbaru mengambil mi kuning sebagai sasaran pertama uji laboratoriumnya. Setidaknya ada sepuluh sampel yang diambil untuk diuji, diantaranya mi kuning, bahan tahu isi, permen lolipop, mi goreng, es rumput laut, empek-empek, bakso bakar, es semangka sunkies, dan jeli agar-agar.
"Setelah diuji, ternyata sepuluh sampel ini negatif dari empat zat berbahaya yang dikhawatirkan," ungkap Yuli dan Windu yang bertugas sebagai tim penguji sampel takjil, Rabu (8/6/2016) sore ini.
Saat berita ini diturunkan, sejumlah dinas terkait, diantaranya Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Riau, Disperindag Kota Pekanbaru, Pemko Pekanbaru, BBPOM Pekanbaru, dan Dinas Kesehatan Provinsi Riau melanjutkan aksi operasi takjilnya ke pasar Ramadan Jalan KH Ahmad Dahlan. ***