
PEKANBARU - Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, akan lakukan observasi selama 14 hari kedepan di lokasi tewasnya warga Dumai akibat diserang Harimau Sumatera, di kawasan Hutan Produksi PT. Suntara Gajapati.
“Setelah kita melakukan pertemuan dengan multi pihak terkait kejadian itu (penyerangan harimau terhadap warga Dumai), kita akan melakukan observasi intens selama 14 hari kedepan di sekitar lokasi kejadian,” kata Kepala BBKSDA Riau, Suharyono kepada GoRiau, Kamis (1/7/2021) sore.
Observasi intens akan dilakukan bersama pemerintah daerah, maupun aparat dari TNI-Polri. Setalah observasi dilakukan, barulah akan ditentukan langkah apa yang akan diambil oleh BBKSDA Riau.
“Observasi kita lakukan dengan mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah daerah, Polri, TNI, swasta (perush setempat) serta beberapa NGO,” tutupnya.
Sebelumnya, potongan tubuh seorang warga bernama Samino (53) ditemukan oleh Petugas Gabungan TNI-Polri, dan masyarakat di Kawasan Hutan Produksi PT. Suntara Gajapati, Kecamatan Sei Sembilan, Dumai, pada hari Selasa (29/6/2021). Setelah Samino dikabarkan hilang setelah beberapa hari sejak pergi ke kebun. ***