PEKANBARU, GORIAU.COM - Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Riau masa bakti 2014-2019 terpilih Drs. Syahril Abubakar, M.Si melakukan langkah cepat dengan mengunjungi Markas PMI Kota Pekanbaru dan Unit Donor Darah (UDD), di Jalan Diponegoro IX No. 15, Pekanbaru untuk mengetahui lebih jauh mengenai kegiatan yang dilaksanakan PMI Kota Pekanbaru dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Kehadiran Syahril bersama sejumlah dokter koleganya di kantor PMI Kota Pekanbaru diterima Ketua PMI Kota Pekanbaru Drs. H. Yuzamri Yakub, M.Pd. Wakil Ketua PMI Kota Pekanbaru Drs. H. Kastalani Rahman, M.Si, Direktur Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Pekanbaru dr. Bebe Gani, dan Kepala Bagian Pelayanan UDD PMI Pekanbaru dr. Dian Singgih.

Ketua PMI Kota Pekanbaru Drs. H. Yuzamri Yakub menyambut baik kehadiran Syahril Abubakar di Markas PMI Kota Pekanbaru dan mengucapkan selamat atas terpilihnya Syahril sebagai Ketua PMI Riau.

Yuzamri juga menjelaskan bahwa PMI Kota Pekanbaru termasuk kepada PMI tipe A yang termasuk dari 12 tipe A kantor PMI di Indonesia seperti antara lain di Bali, Surabaya, Jakarta, Semarang, Bandung, Makassar, Balikpapan, dan Banyumas. “Di Sumatera PMI Pekanbaru merupakan yang terbaik,” ujarnya.

Dia menjelaskan PMI Pekanbaru wajib membina PMI di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau. ''Kebetulan UDD di PMI Kota, tetapi tipe A sudah tingkat nasional, dalam hal ini kami membina dua provinsi yaitu Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau,'' kata Yuzamri.

''Mudah-mudahan dengan kepemimpinan Pak Syahril kita semakin baik karena sebelumnya juga telah ternama di Indonesia,'' ujarnya.

Direktur Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Pekanbaru dr. Bebe Gani pada kesempatan tersebut mengatakan jumlah karyawan UDD sebanyak 63 orang baik tenaga medis maupun nonmedis.

UDD PMI Kota Pekanbaru bertugas mencari donor dimana dalam satu bulan mengeluarkan lebih kurang 4.500 kantong darah darah dan tidak boleh salah pada kesempatan pertama.

Menurut Bebe, melihat lokasi UDD PMI Kota Pekanbaru yang jauh dari transportasi umum pihaknya melakukan pencarian donor ke luar.

''Adakalanya kami berkeliling ke kabupaten lain seperti ke Kurau, Minas, Pangkalan Kerinci dan Rokan Hulu untuk mencari donor darah,'' ujarnya.

Kebetulan, lanjut Bebe, tahun lalu UDD mendapat bantuan bus dimana di dalam bus bisa melakukan donor darah sehingga memudahkan untuk berkeliling ‘menjemput bola’ mencari donor darah.

''Syukurlah setiap hari, kami bisa mendapatkan donor dengan cara berkeliling seperti itu. Pada hari-hari dimana tidak ada orang yang mendonorkan darah, kami turun ke universitas dan mal seperti layaknya orang berjualan. Lumayan, kami bisa dapat dapat 10 atau 15 orang pendonor,'' kata Bebe.

Ketua PMI Riau terpilih Syahril Abubakar pada kesempatan tersebut mengatakan dirinya yang juga salah seorang Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (K-SPSI) Pusat telah memanggil pimpinan Ketua SPSI Riau bahwa jumlah anggota SPSI yang di kebun saja hampir 80.000 orang.

''Kami akan meneken MoU dengan SPSI bahwa SPSI bersedia anggotanya diambil darahnya secara bergiliran,'' kata Syahril.

Selain itu, melalui Gubernur Riau pihaknya akan meminta agar aparatur pemerintahan di Riau bisa menjadi donor darah. ''Aparatur pemerintah khan sehat-sehat, apa salahnya jika turut menjadi peserta donor darah,'' kata Syahril.

Syahril juga meminta kepada Bebe untuk menyusun anggaran mengenai apa saja yang dibutuhkan dengan harapan nantinya bisa diperjuangkan kepada Gubernur Riau. ''Tetap ada kesempatan bagi kita untuk memasukkan usulan,'' kata Syahril.

Setelah mendapatkan penjelasan dari pimpinan PMI Kota Pekanbaru tersebut Syahril melakukan peninjauan ke sejumlah ruangan di markas PMI Kota Pekanbaru dan UDD seperti ruang pengambilan darah para pendonor, ruang penyimpanan darah, serta meninjau Mobil Unit Donor Darah milik PMI Kota Pekanbaru. (rls)