PEKANBARU - Besok, tepat 6 bulan kepemimpinan Gubernur Riau Drs H Syamsuar MSi dan Wakil Gubernur Riau Edy Nasution memimpin Bumi Lancang Kuning. Kepemimpinan dua orang ini tidak sedikit menuai pro dan kontra. Bahkan, aturan yang selama ini ada, setelah diterapkan bertentangan dengan sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi (Pemprov).

Edy Nasution mengatakan, kepemimpinan yang didapatnya dengan Pak Syamsuar bukan dengan cara zalim. Kepemimpinan ini merupakan amanah yang diberikan masyarakat untuk menjadi Riau lebih baik.

"Kepemimpinan kami sekarang ini, hanya menjalankan aturan yang sudah ada. Kami tidak membuat aturan baru. Bagi yang mau ikut dengan kami sesuai aturan silahkan, bagi yang tidak mau juga tak apa-apa. Karena setiap perbuatan ada konsekuensinya," kata Edy Nasution kepada GoRiau.com.

Edy Nasution menganalogikan, seorang anak yang harusnya masuk sekolah pukul 07.00 WIB, tapi bangun pukul 07.30 WIB dan dilakukan selama tiga hari berturut-turut oleh anak tersebut. Orangtua mengingatkan anak tersebut, serta kenapa orangtua tersebut mengingatkan anaknya yang bangun terlambat selama tiga hari berturut-turut.

"Orangtua mengingatkan anaknya, sebagai bentuk tanggung jawab. Karena tanggung jawab ini tidak hanya kepada manusia, tapi kepada Allah SWT. Tidak mungkin saya mengingatkan seseorang melakukan hal yang benar, lantas membiarkan seseorang melakukan hal yang salah dihadapan saya. Ketika saya dan Pak Syamsuar sudah menjalankan tanggung jawabnya kepada ASN, maka itu menjadi tanggung jawab ASN itu sendiri," ujar Edy Nasution.

Menurut Edy Nasution, untuk menerapkan aturan yang ada tidak semudah membalikkan telapak tangan. Sama halnya dengan berpakaian sesuai aturan, mungkin selama ini ASN terlena tidak memperhatikan hal tersebut. Meskioun demikian, selagi usaha untuk lebih baik ada, tidak ada yang tak mungkin.

"Seharusnya kita bersyukur, karena banyak orang yang membutuhkan pekerjaan saat ini. Kalau saja mereka yang tak bekerja ditanya, apakah sanggup menjalani aturan ini, pasti mereka sanggup. Apalagi kalau kita bekerja di perusahaan swasta profesional, pasti lebih ketat lagi aturannya. Kalau tidak ikut aturan bisa dipecat," ungkap Edy Nasution.

Dikatakan Edy Nasution, yang mau ikut aturan yang ada silahkan, karena itu kewajiban dan tanggung jawab. Pro dan kontra itu hal yang biasa, saat ini bagaimana bersama-sama membuat Riau lebih baik. Jangan terlena dengan yang sudah ada, tapi bagaimana bisa menunjukkan prestasi dalam pekerjaan.

"Saya dan Pak Syamsuar, menegaskan kepada semua ASN Pemprov Riau untuk bekerja sesuai aturan. Tidak ada yang sempurna, kita hanya manusia yang tak luput dari salah. Tapi bagaimana usaha kita untuk menjadikan diri ini lebih baik," jelas Edy Nasution. ***