SELATPANJANG, GORIAU.COM - Berjuang untuk menjadi yang terbaik adalah sebuah keharusan bagi seorang atlit. Tapi kalau berjuang menahan lapar untuk menjadi yang terbaik bagi daerah sepertinya tidak cocok untuk seorang yang akan memperjuangkan nama baik daerah.

Setidaknya itulah yang dialami 3 orang atlit panjat tebing asal Kabupaten Kepulauan Meranti yang saat ini mengikuti TC berjalan di Pekanbaru.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum FPTI Kepulauan Meranti, Hardiyanto, ketika ditemui wartawan di sekretariatnya Jalan Banglas, Selatpanjang.

Kata Hardiyanto, saat ini ada 3 orang atlit FPTI Meranti melaksanakan TC di Veneu Panjat Tebing Pekanbaru. Tapi setelah hampir satu bulan di sana, mereka belum mendapatkan sepeser pun bantuan dari Koni ataupun Disparpora.

Tidak hanya itu, kata Hardiyanto lagi, hal yang paling menyedihkan adalah atlit panjat tebing asal Meranti ini ada yang menggadai handphone mereka untuk biaya makan selama di Pekanbaru.

"Itu bukti bahwa sebenarnya mereka bersemangat untuk tampil membawa nama daerah. Tapi, jika memang tidak ada kejelasan juga, saya akan suruh mereka pulang saja. Mana sanggup," kata Hardiyanto, Minggu (22/3/2014) yang lalu.

Saat ini di Kepulauan Meranti beberapa cabang olahraga sedang sibuk melakukan seleksi maupun TC berjalan untuk persiapan ke Pekan Olahraga Provinsi Riau ke 8 di Kabupaten Indragiri Hulu.(zal)