SELATPANJANG, GORIAU.COM - Edi Kurniawan (27) salah satu atlit gulat unggulan bagi Kabupaten Kepulauan Meranti, dan Provinsi Riau mengaku tak kunjung mendapatkan bonus akhir tahun 2013. Padahal, dari 14 kali Ia mengikuti kejuaraan gulat nasional, 13 kali berhasil menyumbangkan 5 medali emas, 5 perak dan 3 perunggu.


"Cuma sekali tak dapat Medali pada tahun 2010 saat mengikuti PON di Jogja," katanya kepada wartawan.
Dia juga mengaku pada PON tahun 2012 lalu saat Riau menjadi tuan rumah dia juga berhasil meraih medali perunggu. Dia turun pada kelas 50 kilogram dengan gaya grigo. Pada saat itu Riau berhasil mendapatkan sebanyak 4 perunggu dari cabang gulat.
Namun begitu Edi mengeluhkan dari empat atlit yang turun, dirinya belum mendapatkan bonus akhir tahun 2013 yang dijanjikan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Riau kepada nya. Yang hanya didapatnya hanya pembinaan khusus saja setiap bulannya.
Sementara dia sudah berusaha menagihnya sejak akhir tahun 2013 lalu. Bahkan upaya meminta sudah dilakukan berulang-ulang. Termasuk saat dia sangat berharap bonus tersebut bisa keluar menjelang lebaran idul fitri 1435 hijriyah lalu. Dia mengaku hanya di suruh berkoordinasi kesana dan kesini yang juga tidak menghasilkan realisasi.
"Sudah cukup melapor dan berkoordinasi dengan Pembinaan Prestasi (Pimpres) KONI Riau. Namun tidak berhasil juga. Bahkan jelang lebaran idul fitri kemarin saya sangat berharap agar bonus akhir tahun 2013 bisa keluar, sebab saya punya anak istri," katanya.
Dari empat perunggu yang berhasil diraih oleh empat atlit gulat pada PON 2012 lalu, dimana salah satunya adalah atlit yang diambil dari Bandung ternyata sudah mendapatkan bonus akhir tahun tersebut.
"Kawan atlit dari Bandung yang membela Riau pada PON lalu saat saya tanya ternyata sudah dapat sejak lama. Saya seperti dianak tirikan. Padahal saya atlit asli dari Riau sendiri yang mampu memberikan prestasi," keluhnya.
Dia berharap agar KONI Riau dapat menunaikan janji untuk memberikan bonus akhir tahun 2013 yang menjadi hak nya. Sehingga bonus yang menjadi motivasinya untuk terus memberikan prestasi dapat diwujudkan.  Apalagi dia masih memiliki kesempatan sekali lagi untuk mengikuti PON nantinya.***