RENGAT, GORIAU.COM - Jika anda orang Inhu, jangan berniat datang ke Pasar Srigading khususnya di lantai 2. Pasalnya anda akan kecewa melihat kondisi lantai dua yang seharusnya dihuni puluhan pedagang, namun kenyataannya hanya dua pedagang, merekelah yang masih sanggup bertahan dan berteman dengan genangan air yang hampir selalu ada di lokasi ini.

Tergenangnya lantai 2 ini akibat atap pasar sudah banyak yang rusak dan setiap hujan, air akan mengisi seluruh lantai 2. Kondisi ini dikabarkan sudah terjadi lama dan karena tak kunjung diperbaiki, kondisi pasar semakin lama semakin rusak, hingga akhirnya satu per satu pedagang pindah ke lantai 1.

Pasar yang dibangun di era pemerintahan Raja Thamsir Rahman ini, sebenarnya memiliki puluhan kios pada lantai 2. Namun karena kondisinya yang semakin tak terawat, awalnya hanya satu dua pedagang saja yang hengkang, namun lama kelamaan, beberapa pedagang juga tidak tahan, hingga akhirnya hampir seluruh pedagang pindah.

''Sekarang hanya ada dua pedagang di lantai II ini. Kebocoran dimana-mana, tak mungkin pedagang bertahan,'' ujar Ketua LSM PKKN (Pemantau Korupsi Kolusi Nepotisme) Kabupaten Inhu, Berlin Manurung, Selasa (26/3/2013).

Menurutnya, pemerintah harus segera melakukan perbaikan khususnya untuk bagian atap, jika tidak bisa saja lantai 2 tersebut runtuh karena lapuk oleh air. Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disperindagpas) juga jangan hanya bisa mengeluarkan edaran agar pedagang menempati kiosnya, karena himbauan tanpa ada upaya untuk memperbaiki, adalah pekerjaan sia-sia.

PKKN juga mengkritik  Disperindagpas yang hanya fokus mendapatkan pemasukan dari retribusi tanpa ada imbal balik berupa perawatan.

Sementara itu, anggota DPRD Inhu dari Dapil IV, Hafizon Ramadhan SH menghimbau kepada dinas terkait untuk turun ke lokasi Pasar Srigading Air Molek. Dinas terkait jangan hanya turun tanpa membawa hasil tapi harus ada upaya untuk melakukan perbaikan.

''Kondisi pasar ini sangat berbahaya karena sebagian atap sudah lapuk dan diperkirakan jika dibiarkan begitu saja, lama kelamaan akan jatuh dan mengancam keselamatan masyaratakat. Bagaimana bisa dinas menyuruh pedagang untuk menempati kios kalau kondisinya seperti itu,'' ujarnya. (aun)