SELATPANJANG - Bupati Kepulauan Meranti, Haji Muhammad Adil SH mengimbau jajarannya di lingkungan pemerintah kabupaten termasuk para guru untuk melanjutkan pendidikan tinggi program pascasarjana.

Hal tersebut disampaikan Bupati Adil saat menerima rombongan program pascasarjana Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru, di Gedung Hijau, Kamis (30/12/2021).

"Untuk para ASN di Meranti, terutama yang telah menyelesaikan Diklat Pim 3 dan 4 silahkan lanjut ke program pascasarjana," kata Bupati Adil.

Dia juga menjelaskan Pemkab telah menganggarkan di tahun 2022 untuk beasiswa S1, S2 dan S3. Masing-masing Rp5 juta untuk S1, Rp15 juta untuk S2 dan Rp25 juta untuk S3 pertahun.

GoRiau Saat berlangsungnya pertemuan
Saat berlangsungnya pertemuan dengan rombongan program pascasarjana Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru, di Gedung Hijau, Kamis (30/12/2021).

"Perguruan tingginya terserah mau di mana dan jurusan apa. Yang jelas di perguruan tinggi yang sudah melakukan MoU dengan Pemkab Kepulauan Meranti," ujarnya.

Selain itu, Pemkab juga akan menguliahkan anak Meranti untuk program dokter umum dan dokter spesialis masing-masing sebanyak 20 orang.

"Syaratnya begitu selesai harus mengabdi di daerah, kalau tidak diganti biaya kuliahnya 100 kali lipat. Tujuannya agar Meranti ini mencukupi untuk tenaga medis demi terjaminnya kesehatan masyarakat," ujar bupati lagi.

Khusus untuk Unilak yang menjadi kampus almamater bupati, dia berpesan untuk bisa membuka kelas pascasarjana yang mempermudah para ASN di Meranti.

"Kalau bisa ada kelas jauh yang dibuka di Meranti. Nanti kalau ASN meninggalkan daerah, banyak pekerjaan yang tertinggal," harapnya.

Direktur Program Pascasarjana Unilak, Prof Dr Syafrani, menjelaskan kedatangan mereka merupakan tindak lanjut dari MoU yang telah ditandatangani oleh pihaknya bersama Bupati Kepulauan Meranti beberapa waktu lalu.

"Kita siap mencetak SDM Meranti yang siap mendukung program kerja bupati," jelasnya.

Dia pun menerangkan, saat ini program pascasarjana Unilak sudah mencetak 1.400 alumni dan 700 orang mahasiswa aktif. "Ada belasan mahasiswa Meranti mengambil jurusan Magister Manajemen," terang Prof Syafrani.

Lebih lanjut dia menyebutkan, Universitas Lancang Kuning sudah mengantongi akreditasi B. Kemudian telah melakukan kerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya dan Yayasan Administrasi Indonesia (YAI).

"Dalam waktu dekat ada beberapa jurusan baru, diantaranya Ilmu Lingkungan," sebutnya.

Saat ini Unilak memiliki dua program studi pascasarjana, yakni Magister Ilmu Hukum dengan konsentrasi Hukum Tata Negara, Hukum Perdata/Bisnis dan Hukum Kesehatan. Kemudian Magister Manajemen dengan konsentrasi Manajemen SDM/Umum dan Sekolah, Manajemen Keuangan, Manajemen Pemasaran, Manajemen Rumah Sakit dan Manajemen Informasi.(***)