SIAK - Komisi Pemulihan Umum (KPU) Kabupaten Siak sudah mulai melakukan pelipatan kertas suara untuk Pemilihan kepala daerah serentak sejak Rabu (18/11/2020) sore sekitar pukul 14.30 WIB. Menariknya pelipatan kertas suara ini dilakukan oleh orang dalam lingkungan KPU Siak sendiri termasuk ASN (Aparatur Sipil Negara) dengan upah Rp150 per lembar.

Pantauan GoRiau.com, pelipatan kertas suara Pilkada serentak ini dilakukan kurang lebih oleh 15 orang. Mereka semua merupakan dari internal KPU Siak yang terdiri dari ASN, honorer, tenaga pendukung dan staf KPU Siak.

Pelipatan kertas suara itu dilakukan dengan protokol kesehatan. Semua petugas pelipat kertas diatur jaraknya 1 meter dan selalu menggunakan masker.

Berlin salah satu ASN di kantor KPU Siak yang ikut berpartisipasi melipat kertas suara itu tidak tahu akan dibayar berapa dari tugas melipat kertas yang akan digunakan 9 Desember 2020 nanti.

"Tidak tahu, saya hanya melipat saja sejak sore kemarin," katanya saat dikonfirmasi GoRiau.com, Kamis (19/11/2020).

Demikian juga dengan Tari, staf di kantor KPU itu. Meski tidak tahu berapa upahnya, tapi dia sudah targetkan akan melipat 4.000 lembar surat suara.

"Tidak tahu berapa upahnya. Saya baru selesai 1.000 lembar, target selesai nanti 4.000 lembar," kata Tari. 

Sementara itu, Budi salah satu staf KPU Siak yang ada di ruangan pelipatan kertas suara itu menyebutkan setiap lembarnya, pelipat kertas suara akan diupah Rp.150 dengan target 2 box setiap hari atau sama dengan 4.000 lembar. Jika ditotalkan, setiap petugas akan mendapat Rp 600 ribu per hari. 

"Kertas suara yang dilipat ini diikat 100 lembar agar memudahkan menghitungnya. Kemudian disusun ke dalam kotak yang total keseluruhannya itu Rp 2.000 lembar dalam setiap kotak. Hari pertama karena mulainya sore, baru 8.008 lembar yang selesai, dan 2 lembarnya rusak," kata Budhi.

Ruangan pelipatan kertas suara tersebut dijaga ketat oleh sejumlah personil Polri dan Bawaslu. Tidak sembarangan orang diizinkan masuk selain petugas dan orang yang sudah mendapat izin dari ketua KPU Siak.

"Tugas kami di sini adalah untuk menjaga keamanan dan sterilisasi kantor KPU Siak. Ada 30 personil yang berjaga selama 24 jam secara bergantian. Makanya setiap tamu yang datang kami konfirmasi dari mana dan tujuannya apa. Jika sudah buat janji dengan ketua KPU Siak tentu kami tidak bisa menghalangi," kata Kanit I Narkoba Polres Siak, Ipda Muslim kepada GoRiau.com.

Sementara itu, Ketua KPU Siak, Ahmad Rizal saat dikonfirmasi menyebutkan pelipatan kertas suara sudah dimulai Rabu (18/11/2020) dan ditargetkan akan selesai dalam 3 hari.

Pelipatan kertas suara ini, katanya, memang tidak melibatkan pihak ketiga atau orang luar dikarenakan situasi pandemi Covid-19 ini. Selain itu jumlah kertas surat suara yang dilipat juga tidak banyak, yakni 274.645 lembar dan 2.000 lembar surat pemungutan suara ulang.

"Surat suara yang dilipat tidak banyak. Ada sekitar 20 orang dengan target selesai 3 hari. Itu ada ASN, honorer, tenaga pendukung, dan staf. Dalam ketentuan juknis KPU RI nomor 421 ada disebutkan siapa-siapa saja yang bisa melakukan pelipatan. Sehingga kami mengambil opsi pelipatan dilakukan oleh internal. Mengingat pandemi Covid-19, lebih baik kami mengambil tenaga dari dalam KPU sendiri," imbuhnya. ***