BENGKALIS, GORIAU.COM - Pemkab terpaksa melakukan pengembangan pelabuhan roro Air Putih, secara bertahap. Pasalnya, banyaknya kegiatan prioritas yang juga perlu dibangun secara cepat, sementara anggaran sangat terbatas.

“Mudah-mudahan mulai tahun ini pekerjaan fisik dan konstruksi pelabuhan penyeberangan roro di Air Putih sudah mulai dikerjakan. Tahapan pengerjaan berbeda dengan schedulle awal, dimana pengembangannya akan dilakukan secara bertahap dalam dua atau tiga kali penganggaran,” ujar Kepala Dinas Perhubungan, Telekomunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Bengkalis melalui Kepala Bidang Perhubungan Darat, Radius Akima, Kamis (7/3/2013).

Kepala Dinas Perhubungan, Telekomunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Bengkalis melalui Kepala Bidang Perhubungan Darat, Radius Akima, menjelaskan, awalnya pelabuhan roro tersebut akan dikerjakan tahun 2011 dengan schedulle pelaksanaan satu tahun anggaran selesai, namun mengalami kendala tekhnis.

Dijelaskan, pengembangan pelabuhan roro dengan anggaran di atas Rp50 miliar mustahil bisa dikerjakan dalam setahun anggaran. Minimal untuk pengerjaan konstruksi serta pematangan lahan untuk area parkir dikerjakan minimal dua tahun anggaran. Pekerjaan pengembangan pelabuhan roro itu sendiri meliputi dua jenis pekerjaan, di darat untuk areal parkir kendaraan dan pelabuhan itu sendiri.

Ditanya berapa dialokasikan anggaran di APBD tahun ini, Radius menyebutkan sebesar Rp8 miliar. Ketika pengajuan RAPBD, Dishubkominfo mengusulkan anggaran Rp10 miliar, namun terjadi pemangkasan sehingga anggaran yang tinggal Rp8 miliar untuk dua jenis pekerjaan.

“Dengan anggaran yang ada, tahapan pengerjaan konstruksi kemungkinan besar hanya sampai pemasangan tiang pancang dermaga di pelabuhan roro berikut pematangan lahan di darat. Kita segera akan menyiapkan dokumen untuk dilelang di Unit Layanan Pengadaan,” ujar mantan Camat Rupat Utara ini.

Ditambahkan Radius, selain roro Air Putih, tahun ini Pemkab juga akan mengembangkan dan meningkatkan sarana pelabuhan roro Sungai Selari, Kecamatan Bukit Batu. Untuk pelabuhan roro di pesisir pulau Sumatera tersebut telah dialokasikan anggaran sebesar Rp6 miliar dan diharapkan bisa selesai seta tahun anggaran.

“Untuk pengembangan pelabuhan roro Sungai Selari mengikuti pelabuhan lama yang sekarang tidak dipakai. Sehingga nantinya di pelabuhan Sungai Selari jalur kendaraan yang berangkat maupun turun kapal roro akan terpisah, namun di lokasi yang sama,” tutup Radius. (jfk)