PEKANBARU, GORIAU.COM - Masuknya gurita ritel Indonesia, Indomaret dan Alfamart di Pekanbaru terus menjadi persoalan. Dibalik kesenangan warga Pekanbaru yang akan mendapatkan kemudahan dalam berbelanja kebutuhan sehari-hari, juga ada kecemasan yang luar biasa di kalangan pedagang kecil.

Indomaret dan Alfamart memang memberi kemudahan dan kenyamanan kepada masyarakat dimana mereka berada. Dengan layanan 24 jam ditambah suasana berbelanja yang nyaman plus harga yang lebih miring dibandingkan pasar tradisional, keduanya diyakini akan cepat mendapat tempat di hati masyarakat.

''Keduanya sudah berdiri di beberapa kota besar di Indonesia. Mereka peritel raksasa dengan berbagai keunggulan. Berat bagi pedagang kita untuk mampu membendung kehadirannya, seperti juga yang terjadi di beberapa kota yang sudah mereka masuki. Mereka bisa mengancam kehidupan pedagang kecil jika tidak ada pengaturan yang tegas dari Pemko Pekanbaru,'' ujar anggota DPRD Pekanbaru Diana Ariany Razak, Kamis (7/3/2013).

Menurutnya, Pemko memang tidak akan mampu membendung arus globalisasi dan melarang Indomaret dan Alfamart memasuki pasar Pekanbaru. Namun sebagai pembina perekonomian warga, Pemko juga harus mengatur keduanya agar jangan sampai membunuh pedagang kecil.

''Pedagang kita belum siap menghadapi perubahan itu. Kita minta Pemko lebih arif untuk mengatur keberadaan Indomaret dan Alfamart. Harus ada batas-batas daerah mana saja yang boleh berdiri keduanya, tidak semua ruas jalan ada Indomaret dan Alfamart. Pemko harus melakukan pengkajian ulang terhadap 100 izin yang sudah diberikan,'' tegasnya.

Jika tidak ada peninjauan kembali terhadap izin yang diberikan, jelas keduanya akan membunuh pedagang kecil tepat di jantung mereka. ''Mungkin hanya diruas jalan protokol saja yang boleh, atau di lokasi-lokasi tertentu. Intinya harus dikaji dan jumlah izinnya harus dikurangi,'' tegasnya. (rdi)