
PEKANBARU - Dana hibah dari pemerintah Provinsi Riau untuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau berkurang hingga 200 persen dibanding penyelenggaraan sebelumnya. Pada Pemilu 2024 mendatang, Pemprov hanya menghibahkan anggaran Rp133 miliar, sementara pada Pemillu 2019 lalu, Pemprov mengalokasikan anggaran Rp 324 miliar.
''Anggaran yang akan dihibahkan Pemprov Riau jelas menurun sekali, pada Pemilu 2019, nilainya Rp324 miliar, sementara pada Pemulu 2014 mencapai Rp285 miliar. Anggaran itu jelas tidak cukup mengingat beban kegiatan yang semakin besar,'' kata Ketua KPU Riau, Ilham Muhammad Yasir, SH, L.LM menjawab GoRiau.com, Kamis (12/10/2023).
Dikatakannya, untuk membahas anggaran tersebut, pihaknya sudah mengundang KPU kabupaten dan kota dalam rapat yang digelar di Hotel Royal Asnof Pekanbaru, agar ditemukan jalan keluar permasalahan anggaran tersebut.
''Kami akan melakukan finalisasi anggaran ini 3 November 2023 mendatang. Sebelumnya kami sudah memberikan beberapa paket anggaran kepada Pemprov, sayangnya, Pemprov mengambil opsi terendah,'' jelasnya.
Meski begitu, Ilham mengatakan, pihak akan berusaha memaksimalkan kegiatan dengan kekuatan anggaran yang ada. "Anggaran yang dibantu oleh Pemerintah Provinsi Riau berkurang hampir 200%. Kita akan berupaya agar anggaran yang dibantu bisa cukup untuk penyelenggaraan pemilu 2024," ujarnya.
Menurut Ilham, 60 persen dari anggaran bantuan akan digunakan untuk honor KPPS di 12 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Sementara untuk honor PPK dan PPS, itu akan ditanggung oleh pemerintah kabupaten/kota masing-masing.
"Sebenarnya ini masih dalam tahap pembahasan dan belum final antara kami dan pemerintah provinsi Riau," tutup Ilham. ***