SELATPANJANG – Setelah lebih dari sebulan amblas dan mengganggu aktivitas masyarakat, duiker di simpang Puskesmas Alahair, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, akhirnya mulai diperbaiki. Rehabilitasi akses vital tersebut resmi dimulai pada Kamis (29/1/2026), ditandai dengan dikerahkannya alat berat ke lokasi.

Duiker yang berada di Jalan Pelajar itu sebelumnya mengalami kerusakan parah sejak pertengahan Desember 2025 lalu. Kondisi tersebut sempat menghambat arus lalu lintas, khususnya bagi warga yang beraktivitas menuju pusat layanan kesehatan dan kawasan pemukiman sekitar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kepulauan Meranti, Rahmat Kurnia ST, menjelaskan bahwa perbaikan duiker tersebut merupakan arahan langsung Bupati Kepulauan Meranti agar segera ditangani karena menyangkut kepentingan masyarakat luas.

"Duiker di simpang Puskesmas Alahair ini langsung diarahkan oleh Pak Bupati untuk segera diperbaiki karena posisinya berada di jalan vital yang setiap hari dilalui masyarakat," ujar Rahmat Kurnia saat ditemui GoRiau.com di ruang kerjanya, Selasa (3/2/2026).

Pria yang akrab disapa Aang ini mengungkapkan, pada tahap awal pihaknya sempat melakukan penanganan jangka pendek dengan memasang papan agar kendaraan ringan seperti sepeda motor dan becak gerobak masih bisa melintas. Sementara itu, kendaraan bertonase berat dialihkan ke jalur alternatif seperti Jalan Perumbi dan beberapa ruas jalan lainnya.

"Alhamdulillah, di tahun 2026 ini kita bisa melaksanakan pembangunan secara menyeluruh. Konstruksi lama yang sudah tidak layak kita bongkar dan diganti dengan konstruksi beton baru," jelasnya.

Menurut Aang, konstruksi baru tersebut dirancang agar mampu menampung beban lalu lintas 6 hingga 8 ton, sesuai dengan kebutuhan jalan di kawasan tersebut yang kerap dilalui kendaraan bermuatan.

Rehabilitasi Duiker Jalan Pelajar Desa Alahair ini menelan anggaran APBD Kepulauan Meranti sebesar Rp233.480.000. Pekerjaan mencakup duiker sepanjang sekitar 10 meter dengan lebar kurang lebih 2 meter, dan dilaksanakan selama 60 hari kalender oleh kontraktor CV Seagull Pasific melalui metode Penunjukan Langsung (PL).

Selama proses pengerjaan berlangsung, akses jalan utama di simpang Puskesmas Alahair ditutup sementara. Warga yang melintas diimbau menggunakan jalur alternatif demi kelancaran lalu lintas dan keselamatan bersama.

Pemerintah daerah berharap proses rehabilitasi dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu, sehingga akses vital masyarakat di sekitar simpang Puskesmas Alahair dapat kembali normal dan memberikan rasa aman serta nyaman bagi para pengguna jalan. ***