
PEKANBARU – Dalam upaya membumikan sosiologi sekaligus mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam proses demokrasi, Ikatan Alumni (IKA) Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau menggelar diskusi publik bertajuk Nongkrong Bareng Sosiolog.
Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka antar alumni, mahasiswa, dan praktisi sosial-politik untuk merespons tantangan demokrasi pasca-Pilkada 2024. Salah satu fokus utama diskusi adalah pentingnya pengawasan partisipatif dalam sistem demokrasi Indonesia yang dinilai masih cenderung prosedural dan belum sepenuhnya substantif.
Hadir sebagai narasumber utama, Rizki Kurniawan, perwakilan dari Bawaslu Riau, yang memaparkan peran strategis warga, khususnya lulusan sosiologi, dalam mendorong demokrasi yang sehat dan partisipatif.
“Alumni sosiologi memiliki modal intelektual dan kepekaan sosial yang kuat. Ini adalah keunggulan untuk ikut serta dalam pengawasan proses demokrasi agar tidak sekadar formalitas, tetapi benar-benar menyentuh kepentingan publik,” tegas Rizki.
Menurutnya, pendekatan pengawasan yang partisipatif akan jauh lebih efektif jika melibatkan elemen-elemen masyarakat sipil, terutama mereka yang memahami dinamika sosial dan politik, seperti para sosiolog. Ia juga menyoroti perlunya peningkatan kapasitas generasi muda, khususnya mahasiswa, dalam melihat politik tidak hanya dari sisi elektoral, tetapi juga sebagai ruang perjuangan sosial.
Sementara itu, Ketua IKA Sosiologi Unri, Robi Armilus, menegaskan bahwa alumni sosiologi harus mengambil peran aktif dalam mendorong demokrasi substantif.
“Kami melihat bahwa pengawasan partisipatif adalah isu yang sangat relevan dengan konteks hari ini. Demokrasi kita masih butuh penguatan, dan alumni sosiologi bisa menjadi aktor penting dalam hal ini,” katanya.
Robi juga memaparkan bahwa IKA Sosiologi tengah mengupayakan sejumlah langkah konkret agar sosiologi benar-benar hadir di tengah masyarakat, bukan hanya dalam ruang-ruang akademik. Beberapa pendekatan yang dirancang.
Menurut Robi, IKA Sosiologi Unri hadir dalam Mengembangkan program pengabdian masyarakat berbasis riset sosial. Selanjutnya dalam membangun jejaring kolaboratif dengan LSM, komunitas, dan yayasan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa alumni sosiologi tidak hanya bicara teori, tapi bisa menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat,” tegas Robi.
Terkait forum “Nongkrong Bareng Sosiolog”, Robi berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga melahirkan ide dan aksi konkret. IKA Sosiologi bahkan merancang program inkubator ide dan gerakan sosial yang akan menampung gagasan para alumni dan mahasiswa untuk diimplementasikan secara kolaboratif bersama mitra eksternal.
“Kami ingin menciptakan ruang di mana para alumni bisa terlibat dalam advokasi hak-hak masyarakat, riset kebijakan, hingga pembangunan kapasitas komunitas secara berkelanjutan,” tambahnya.
Diskusi ini disambut antusias oleh peserta yang terdiri dari alumni lintas angkatan dan mahasiswa aktif Prodi Sosiologi. Banyak di antara mereka menyampaikan komitmennya untuk terlibat lebih aktif dalam forum-forum pengawasan publik ke depan, baik sebagai relawan pengawas pemilu, pendamping komunitas, hingga pegiat advokasi sosial.
Dengan adanya forum ini, IKA Sosiologi Unri berharap dapat memperkuat peran lulusan sosiologi sebagai agen perubahan sosial yang progresif dan relevan dengan kebutuhan zaman. ***