PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Keberadaan Bumi Perkemahan (Buper) Bukit Segaria di Desa Lubuk Mas, Kecamatan Bunut, Pelalawan, semakin tak jelas. Bukan hanya tak terawat hingga kumuh, namun lokasi tersebut secara tidak langsung telah 'beralihfungsi' menjadi tempat mesum yang strategis.

Kondisi tersebut tentunya sangat disayangkan berbagai pihak. Padahal, jauh-jauh hari, Kecamatan Bunut telah menyatakan kesiapannya untuk mengelola dan merawat Buper tersebut jika Pemda Pelalawan dan Kwarcab memberikan kesempatan untuk itu.

"Tapi sampai sekarang, serah terima Bukit Segaria dari Kabupaten ke Kecamatan tak kunjung terlaksana. Tapi intinya, kami dari kecamatan siap untuk mengelola Bukit Segaria yang kini masih dikelola oleh Kwarcab. Soalnya, tempat ini sangat berpotensi untuk lebih dikembangkan sehingga nantinya selain menjadi buper juga bisa menjadi wisata alam yang bisa dinikmati masyarakat Pelalawan," kata Camat Bunut Sugeng Wiharyadi pada media ini via selulernya, Rabu (25/9/2013).

Sugeng mengatakan bahwa menurutnya disayangkan jika Buper dengan luas 12 hektare itu hanya digunakan setahun sekali untuk kegiatan Hari Pramuka ataupun perkemahan. Padahal tempat ini sangat potensial untuk dikembangkan.

"Dulu secara lisan memang Bupati Pelalawan HM Harris sewaktu berkunjung ke Desa Bagan Laguh menyatakan wacana agar pihak kecamatan yang akan mengelola Buper, dan untuk itu akan duduk bersama anatar Pemda Pelalawan, Kwarcab dan Pihak Kecamatan untuk merealisasikan rencana itu," ujarnya.

Menurut dia, jika nantinya pengelolaan buper dilimpahkan ke pihak kecamatan maka pihaknya akan membentuk Badan Pengelola Bumi Perkemahan yang akan bertanggungjawab langsung soal pengelolaan dan perawatan.

"Pihak Kecamatan tentunya akan bertanggungjawab sepenuhnya soal pengelolaan dan perawatan Buper itu jika sudah dilimpahkan pada kami. Tapi kalau untuk saat ini, kami tak bisa berbuat banyak karena ini bukan domain kami melainkan Kwarcab. Selama ini sifatnya hanya sekedar pemberitahuan jika akan diadakan kegiatan di buper itu," katanya.

Disinggung soal kondisi di Bukit Segaria, Sugeng menjelaskan bahwa saat ini kondisi Buper bisa dikatakan tak terurus lagi. Hal ini dikarenakan tidak adanya kejelasan soal penjaga. Sehingga dengan  begitu, bangunan-bangunan berupa rumah-rumah juga terkesan tidak terurus dan tanpa penghuni.

"Padahal kita jauh-jauh hari sudah siap bila kewenangan pengembangan Bukit Segaria diserahkan ke pihak kecamatan. Ini lokasi yang strategis dan sangat alami, jadi sayang jika kondisi ini tidak dimanfaatkan dengan baik," tandasnya.

Sementara itu tokoh pemuda Bunut, Ardi pada sejumlah media menyatakan persetujuannya jika pengelolaan dan perawatan buper Bukit Segaria dilimpahkan pada pihak Kecamatan agar tempat ini bisa terjaga dan dikembangkan lebih baik dan maksimal. Apalagi buper ini,langsung atau tidak, merupakan sarana pendukung program Pemerintah yang menjadikan Kecamatan Bunut sebagai Kota pendidikan tapi sayangnya kondisinya sekarang amat sangat tidak layak.

"Selain fasilitas air bersih yang minim, juga keamanan dan kebersihan tidak memadai dan mengkhawatirkan. Air saja susah, pondok-pondok yang ada terkesan kotor dan tidak terjaga begitu juga kebersihan. Belum lagi tempat ini dijadikan tempat pacaran bahkan mesum muda-mudi, dan ini bakal merusak moral anak muda Bunut. Jadi saya pikir, persoalan ini harus mendapat perhatian lebih dari Pemkab Pelalawan," bebernya.

Ditambahkannya, karena itu dirinya mengharapkan agar Pemkab Pelalawan bisa memenuhi fasilitas sarana dan prasarana yang dibutuhkan di buper itu. Kemudian dengan pengelolaan dan perawatan dari pihak Kecamatan maka hal ini akan lebih sinkron, sehingga tempat ini bisa lebih dikembangkan lagi.

"Potensi Buper itu sangat besar sebagai tempat wisata alam, karena lokasi dan suasana alamnya sangat mendukung. Pemda harus serius untuk pengembangan Buper Bukit Segaria ini sebagai kebanggaan masyarakat Bunut dan Pelalawan pada umumnya," ringkas dia.(ilm)