PEKANBARU, GORIAU.COM - Ratusan mahasiswa dari Gerakan Rakyat Riau Melawan Asap, mengancam akan menduduki kantor Gubernur Riau. Massa juga mengancam akan mendobrak masuk dan mendirikan posko di halaman kantor, lantaran pemerintah tidak merespon tujuh tuntutan mereka.

"Kita ke sini untuk menyampaikan tuntutan kita ke Plt Gubernur Riau. Kalau Plt tidak ke sini, kami akan ke sana. Kita sepakat akan mendobrak masuk, bila perlu mendirikan posko di kantor gubernur. 18 tahun persoalan asap tidak dituntaskan. Kita tidak bisa tinggal diam. Kita terobos masuk," teriak koordinator demo.

Orasi ini praktis membakar semangat ratusan mahasiswa. Mereka terlihat sudah bersiaga di depan gerbang kantor Gubernur Riau. "Jangan sampai negeri kita dikuasai pihak asing dan aseng. Kita perang melawan penjajah hasil negeri," lantangnya. Merespon itu, ratusan personil kepolisian pun segera mengambil tindakan dengan membuat pagar hidup di depan gerbang.

Selain itu, personil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Riau juga berjaga-jaga di halaman kantor. Terlihat jumlah massa terus bertambah. Mereka adalah mahasiswa dari berbagai universitas di Pekanbaru serta beberapa Kabupaten di Riau. "Kitalah sebagai penggerak. Kalau tidak direspon, artinya sudah saatnya kita bertindak keras," sebutnya.

Aksi massa ini, menuntut tujuh hal, diantaranya menghentikan monopoli lahan, menindak tegas perusahaan pembakar lahan. Meminta polisi mengevaluasi izin perusahaan. Memberikan kompensasi kesehatan terhadap ribuan masyarakat yang terkena ISPA, dan mendesak pemerintah mengevakuasi seluruh masyarakat yang terpapar asap.

"Cabut izin perusahaan yang melanggar aturan yang ditetapkan. Kalau pemerintah dan aparat penegak hukum tidak mampu, maka kami pejuang masyarakat akan bertindak secara tegas. Kita dobrak gerbang ini dan buktikan kepada seluruh Indonesia, bahwa warga Riau sudah lelah dengan bencana asap ini," lantang koordinator demo. (had)