
PEKANBARU –Aksi demonstrasi ratusan mahasiswa Universitas Riau (Unri) di depan Kantor Gubernur Riau kembali memanas, Rabu (12/8/2026) sore. Setelah sempat menghentikan orasi untuk beristirahat sekitar pukul 14.00 WIB, mahasiswa kembali menggelar aksi sekitar pukul 14.40 WIB.
Jeda aksi tersebut dilakukan mahasiswa sembari menunggu janji Pemerintah Provinsi Riau untuk memfasilitasi komunikasi dengan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto. Komunikasi itu rencananya dilakukan melalui video call karena SF Hariyanto sedang berada di Batam.
Namun, saat aksi kembali berlangsung, situasi di depan gerbang Kantor Gubernur Riau justru memanas. Terjadi aksi saling pukul antara mahasiswa dan aparat keamanan, disertai aksi saling lempar botol di sekitar lokasi demonstrasi.
Kericuhan juga membuat mobil komando mahasiswa yang sebelumnya berada tepat di depan gerbang Kantor Gubernur Riau diminta untuk mundur. Aparat keamanan terlihat berupaya mengendalikan situasi dan menggeser posisi mobil komando dari area gerbang.
Dalam situasi tersebut, sejumlah mahasiswa yang dinilai sebagai pemicu kericuhan terlihat ditarik dan dibawa masuk ke dalam area gerbang oleh aparat keamanan.
Pantauan GoRiau sekitar pukul 15.00 WIB, situasi di depan Kantor Gubernur Riau masih dalam kondisi ricuh. Mahasiswa dan aparat masih berada di sekitar gerbang kantor gubernur.
Sebelumnya, mahasiswa Unri membawa lima tuntutan dalam aksi tersebut. Mereka mendesak Pemerintah Provinsi Riau segera mencairkan beasiswa pemerintah provinsi.
Selain itu, mahasiswa meminta evaluasi terhadap dana hibah yang diberikan kepada lembaga vertikal, penyelesaian persoalan abrasi dan konflik agraria, perbaikan tata kelola pemerintahan serta transparansi alokasi anggaran daerah.
Mahasiswa juga menuntut percepatan penyelesaian perbaikan jalan provinsi yang dinilai masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah Riau.
Hingga pukul 15.00 WIB, belum diketahui apakah komunikasi antara mahasiswa dengan Plt Gubernur Riau melalui video call akan tetap dilaksanakan setelah kericuhan kembali terjadi. ***