
SIAK – Rombongan studi tur SD IT Baitul Ridho Kampung Rawang Kao mengalami insiden tragis saat berkunjung ke situs sejarah Tangsi Belanda di Kampung Benteng Hulu, Kecamatan Mempura. Bordes lantai dua bangunan cagar budaya tersebut tiba-tiba runtuh dan mengakibatkan belasan siswa terjatuh ke lantai dasar, Sabtu (31/1/2026).
Peristiwa bermula saat rombongan yang terdiri dari 55 siswa dan 12 guru tiba di kompleks Tangsi Belanda sekitar pukul 08.49 WIB. Didampingi pemandu wisata, Safrizal, mereka mulai berkeliling mempelajari arsitektur bangunan peninggalan kolonial tersebut. Suasana edukatif berubah menjadi mencekam tepat pukul 09.45 WIB saat rombongan berada di lantai dua.
"Kondisi papan lantai yang sudah lapuk menyebabkan bagian lantai tersebut runtuh, sehingga belasan orang terjatuh ke lantai dasar dengan ketinggian sekitar empat meter," ungkap Sekretaris Disbudparpora Siak, R Rafilla Irawan, MSi.
Akibat kejadian itu, 15 siswa, satu guru, dan satu pemandu wisata mengalami luka-luka. Proses evakuasi segera dilakukan oleh pengelola dan pihak terkait di lokasi. Sebanyak 10 korban harus dilarikan ke RSUD Siak untuk mendapatkan penanganan medis intensif, sementara tujuh korban lainnya dirawat di Puskesmas Mempura karena luka ringan.
Data dari tim medis menunjukkan korban yang dirujuk ke RSUD meliputi guru bernama Mira Agustina dan sembilan siswa. Salah satu siswa, Keisya Lutfi Latifatunnisa, dilaporkan menderita luka berat akibat robekan pada bagian kepala.
Pasca kejadian, aparat kepolisian bergerak cepat mengamankan lokasi. Kapolsek Siak, AKBP James Sibarani, bersama tim Polres Siak langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Sekitar pukul 12.30 WIB, Kapolres Siak bersama jajarannya meninjau kondisi para korban di rumah sakit. Tak lama berselang, pukul 13.00 WIB, Bupati Siak, Afni Z, bersama pihak kepolisian turun langsung melihat kondisi bangunan yang ambruk. Saat ini, situs cagar budaya tersebut ditutup sementara untuk umum guna menghindari ancaman bahaya bagi pengunjung lain. ***