
PEKANBARU – Rotasi jabatan yang dilakukan Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, terhadap 27 pejabat eselon II ternyata tidak sepenuhnya diterima dengan lapang dada. Dalam acara serah terima jabatan di Komplek Mal Pelayanan Publik (MPP), Senin (25/8/2025), Agung menyoroti adanya pejabat yang tampak kurang ikhlas dengan penempatan barunya.
“Dari raut wajah, saya mengerti masih ada pejabat yang tidak ikhlas ditempatkan. Padahal ini hanya rotasi,” kata Agung.
Bagi sebagian pejabat, rotasi jabatan bukan sekadar pindah tempat, tetapi juga perpindahan rutinitas, tanggung jawab, dan kenyamanan kerja yang sudah terbangun sebelumnya. Tidak sedikit yang merasa penempatan baru menuntut adaptasi ulang, bahkan dianggap sebagai bentuk “penurunan” atau kehilangan pengaruh.
Namun, Agung menegaskan bahwa sebagai Aparatur Sipil Negara, pejabat harus siap ditempatkan di instansi mana saja. “Kalau niatnya bekerja tulus mengabdi kepada negara, nusa, bangsa, dan rakyat, maka ditempatkan di mana saja itu hal yang biasa,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa jabatan hanyalah amanah, bukan milik pribadi. “Sejatinya jabatan itu bukan milik kita, itu milik Allah SWT. Mari kita saling melindungi,” pungkasnya. ***