PEKANBARU - Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Riau (Unri), Iwantono menegaskan bahwa biaya bukan alasan lagi untuk tidak bisa kuliah di perguruan tinggi.

Sebab, saat ini sudah banyak sekali beasiswa yang dapat dimanfaatkan untuk meng-cover biaya kuliah. Diantaranya seperti beasiswa Bidikmisi, LPDP, beasiswa Pemerintah Provinsi, beasiswa dari Bank BRI Syariah, beasiswa Tanoto Foundation, dan masih banyak lagi.

Ia juga memberitahukan, bahwa seluruh beasiswa untuk jenjang S1 yang ia sebutkan tadi sudah tersedia di Unri.

"Jadi kesempatan untuk S1 sudah terbuka dan banyak peluang yang lebih besar. Biaya bukan alasan lagi untu," kata Iwantono dalam acara Wish Festival di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Unri Gobah, Sabtu (20/7/2019).

Ads
Dicontohkan, seperti beasiswa bidikmisi yang diperuntukkan bagi calon mahasiswa berprestasi namun dari segi ekonomi kurang mampu. Untuk masuk ke jalur ini, peserta merupakan rekomendasi dari pihak sekolah. Sebab pihak sekolah memahami bagaimana kondisi ekonomi siswanya.

Dan ketika melakukam registrasi ulang, barulah diadakannya seleksi, di mana tim penyeleksi akan mencocokan berkas yang diterima dengan bentuk fisiknya.

Kemudian, barulah dilakukan tes wawancara oleh 10 dekan untuk menggali lebih dalam informasi yang diberikan oleh sekolah terkait yang bersangkutan, agar pemberian dana bantuan dari negara tepat sasaran.

Iwantono menambahkan jika ada keraguan dari tim penyeleksi akan dilakukan survei langsung kerumah calon penerima bidikmisi.

Tidak hanya itu, hal ini dilakukan agar peta kompetisi beasiswa terlihat dan setiap dua semester akan dilakukan evaluasi apakah masih layak menerima atau tidak.

"Walaupun telah mendapatkan dan lulus jalur bidikmisi, nantinya tetap ada pemantauan untuk mengetahui apakah kedepan akan diberikan lagi atau tidak," tambahnya.

Iwantono menuturkan tahun ini Unri membuka peluang beasiswa bidikmisi sebanyak 1.300 dari 6.000 mahasiswa baru lebih yang mendaftar.

Beasiswa bidikmisi ini gratis diberikan untuk pembayaran uang kuliah sebesar Rp2.400.000 ditambah uang saku yang setiap bulan diberikan seniai Rp700.000 langsung ke rekning penerima.

"Dengan begitu kita bisa tetap kuliah tanpa adanya suport dari orang tua," pungkasnya. ***