
PASIR PANGARAIAN, GORIAU.COM - Pasca selesainya sengketa Pilgubri yang menghasilkan H Annas Maamun dan Arsyadjuliandi Rachman, sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Riau terpilih, Bupati Rokan Hulu, Drs. H. Achmad, MSi berharap Gubri baru arif dalam menyelesaikan sengketa tapal batas di lima desa Kampar-Rohul. Sengketa lima desa juga diharapkan tuntas sebelum Pemilu 2014.
''Kelima desa itu berada di Kecamatan Pagaran Tapah dan Kunto Darussalam antara lain, Desa Rimbo Jaya, Rimbo Makmur, Tanah Datar, Intan Makmur dan Muara Intan. Jika telah ada gubernur definitif, penetapan tapal batas Rohul-Kampar dapat dituntaskan, sehingga warga di 5 desa tidak dibingungkan lagi dengan kondisi tersebut,'' pinta Achmad.
Bupati Rohul berharap usai di lantik nanti, Gubernur Riau dapat segera melakukan upaya-upaya penetapan tapal batas kedua daerah seperti diinstruksikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menindak lanjuti putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia (MARI) tentang penyesaian kepemilikan lima desa.
Dikatakan, perebutan lima desa sebelumnya sempat memanas, hal itu dipicu tindakan Kampar, mengklaim 5 desa telah masuk kedalam daerah administarsinya meski penetapan tapal batas seperti  diinstruksikan Mendagri ditetapkan Gubernur Riau. Aksi klaim Kampar itu kemudian dibalas Pemkab Rohul dengan menertibkan sejumlah atribut Pemerintah Kabupaten Kampar, kemudian dibalas Kampar dengan melaporkan Pemkab Rohul ke Mapolda Riau.
Sebelumnya, Kasat pol PP Rohul Drs. Roy Roberto, mengaku sudah melakukan penertiban di lima desa, plang berbau Kampar sudah diamankan di Kantor Satpol PP Rohul, tapi kondisi di lapangan, Polda Riau sudah membuat polis line di tempat penertiban itu.
''Memang pihak Polda Riau sudah meminta atribut plang yang kita tertibkan itu, tapi tidak kita berikan, sebab kita pun juga punya penyidik sendiri,'' pungkas Roy Roberto. (srt)