BENGKALIS, GORIAU.COM - Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkalis akan mengfungsikan lagi dua unit indeks standar pemantau udara (ISPU) yang terdapat di Bengkalis dan Duri. Kedua alat ini sudah sejak tujuh bulan lalu rusak, namun tak kunjung diperbaiki.

Hal ini dikatakan Kepala Badan Lingkungan hidup (BLH) Kabupaten Bengkalis, Arman AA di ruang kerjanya, Rabu (30/10). Pihaknya akan meminta tenaga ahli yang akan memperbaiki alat tersebut dan sekaligus ingin tahu apa yang rusak pada alat itu.

Arman yang baru dilantik sebagai Kepala BLH menargetkan Desember tahun ini kedua alat itu akan berfungsi seperti biasa agar masyarakat mengetahui kualitas udara.

''Sudah tujuh bulan rusak. Saya janji Desember sudah berfungsi,'' ujar Arman yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perhubungan komunikasi dan Informasi Kabupaten Bengkalis.

Arman didampingi Kepala Sub Bidang Pemeliaraan Lingkungan, Nurhasana dan staf Bidang Penanggulangan dan Pengawasan BLH Bengkalis, Agus Susanto, menegaskan, kedua alat itu memakai daya listrik dari PLN. Karena listrik PLN sering mati membuat kedua unit ISPU tersebut rusak.Untuk itu, ia juga berharap agar kedepan PT PLN tidak melakukan pemadaman seperti yang selama ini terjadi agar agar alat elektronik sepert ISPU tidak rusak.

''Yang membuat kedua alat itu rusak karena listrik sering mati. Kalau listrik tak sering mati alat itu tak kan rusak,'' tegas Arman.jfk