PEKANBARU, GORIAU.COM –698 sampel urine atlet PON XVIII/2012 dikirimkan ke Bangkok, Thailand, untuk tes doping. Seluruh sampel urine para atlet akan diuji di laboratorium Universitas Mahidol, Thailand dan hasil tes urine itu baru akan diketahui pada Oktober.

''Sampel yang sudah dikirim sebanyak 698 botol,'' kata Ketua Sub Bidang Doping Bidang Kesehatan Panitia Besar (PB) PON XVIII Erni Ismail di Pekanbaru, Kamis (20/9/2012).

Menurut dia, panitia sudah mengambil sampel urine 750 atlet dari target 850 atlet yang berlaga di PON. Tes ini ditujukan guna menjamin kualitas prestasi olahraga nasional dan menjaga sportivitas para atlet.

Dalam melakukan tes doping, Erni mengatakan PB PON dibantu oleh 464 tenaga pengawas doping. Mereka terdiri dari dosen, guru, mahasiswa, dan tenaga kesehatan.

''Mereka harus memastikan bahwa sampel urine yang didapatkan merupakan asli yang dikeluarkan dari anggota tubuh atlet, jadi tenaga pengawas juga bertugas menemani saat pengambilan urine di toilet,'' katanya.

Panitia menerapkan standar WADA (World Antidoping Agency) yang tinggi untuk menjamin keabsahan hasil. Karena itu, panitia mengalokasikan dana cukup besar yakni sekitar Rp8,7 miliar khusus untuk tes doping PON XVIII. Dari 39 cabang olahraga pada PON Riau, hanya aeromodeling yang diputuskan tidak diambil tes doping.(nti/ant)