PEKANBARU, GORIAU.COM - Tim Silat Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Dispora Riau terus menggesa persiapan jelang Kejurnas antar PPLP yang berlangsung di Kalimantan Timur, 6-10 November. Sementara Riau sendiri akan bertolak pada 5 November mendatang.

Saat ini Silat PPLP Dispora Riau tengah menggembleng 12 pesilat. Dipastikan seluruhnya diturunkan pada kejurnas tahun ini. "Kita maksimalkan seluruhnya, meski tidak full team, namun Riau optimis dengan skuad yang ada," kata Pelatih Silat PPLP Riau, Asep Solihin kepada GoRiau.com, Kamis (24/10/2013).

Ke-12 pesilat yang disiapkan Dispora Riau tersebut antara lain Agustar Fadillah di kelas A (39-43), Yuda Mahendri di kelas C (47-51), Firman di kelas D (51-55), Warisman di kelas E (55-59), Rizki Rido di kelas F (59-63) dan Wahyudi di kelas G (63-67) untuk putra.

Sementara untuk atlet putri diantaranya Nurfadillah di kelas A, Vila Anggraini di kelas B (43-47), Iin Damayati di kelas C, Ajeng Febriyanti di kelas D dan Siska Astuti di kelas G. "Kita optimis medali bisa diraih dari putra dan putri," terang Asep.

Seperti diketahui, pada Kejurnas sebelumnya di Banjarmasin, atlet besutan Asep Solihin berhasil mengamankan dua medali emas, tiga perak dan empat perunggu. Hasil tersebut sekaligus memastikan Riau berada di posisi runner-up.

Sementara mengenai target tahun ini, Asep tidak akan memfokuskan kepada peraih emas di Popnas lalu yakni Yuda Mahendri yang turun di kelas C, pesilat lain yang juga diproyeksikan untuk meraih medali emas yakni Ajeng Febriyanti.

Meski hanya merengkuh medali perunggu pada Popnas XII lalu, Ajeng masih dipercaya menyumbangkan hasil yang maksimal bagi Tim Silat PPLP Riau. "Ajeng masih berpeluang, karena olahraga ini tidak terukur," terang Asep.

Realisasi target tersebut juga mengacu pada hasil Kejurnas sebelumnya 2012 lalu di Banjarmasin. Dimana Riau mampu merengkuh dua medali emas, tiga perak dan empat perunggu. Dua medali emas Riau tersebut diciptakan oleh Ajeng Fberiyanti dan Sudi Wiradinata kelas G Putra.

Namun tahun ini Sudi tidak ikut karena memang sudah menamatkan sekolah. "Ajeng masih berpotensi, untuk itu peluang mengejar medali emas masih terbuka baginya. Mengenai lawan, sudah dipastikan DKI Jakarta jadi lawan terberat Ajeng seperti pada Popnas tahun ini," tambah Asep.(tri)