TELUK KUANTAN, GORIAU.COM - Tim Operasi Penertiban Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Siak 2014 turun ke Kecamatan Hulu Kuantan, Senin (3/3/2014). Pada penertiban PETI yang dilakukan Pemkab Kaunsing di lokasi ini 14 Mei 2013 lalu, sempat terjadi kerusuhan.

Penertiban PETI di Kecamatan Hulu Kuantan, Senin (3/3), dipimpin Kapolres Kuansing AKBP Bayuaji Irawan, yang melibatkan unsur kepolisian, TNI, Satpol PP dan pihak terkait lainnya.Kapolres Bayuaji Irawan melalui Kasubag Humas Polres Kuansing Ipda Musabi, Senin sore, usai operasi kepada wartawan, mengatakan, pada operasi di Hulu Kuantan, tim berhasil menemukan 25 unit kapal dompeng. "Sebanyak 25 unit kapal dompeng yang ditemukan itu merupakan hasil penyisiran, mulai dari Lubuk Ambacang hingga ke perbatasan Riau-Sumatera Barat," ujarnya.Ke 25 kapal dompeng yang ditemukan itu sudah ditinggal pemiliknya. Begitu juga peralatan mendompeng sudah dicabut dari kapal oleh pemiliknya. "Ke 25 kapal dompeng tersebut dimusnahkan dengan cara dibakar agar tidak dapat dipergunakan lagi," ujar Kasubag Humas.Operasi penertiban PETI di Hulu Kuantan, jelas Musabi, dimulai sekitar pukul 11.20 WIB dan berakhir pada pukul 16.50 WIB. Karena medan di wilayah ini cukup berat, tim mengerahkan 6 unit speed boat untuk mencapai sasaran-sasaran yang telah ditentukan."Enam speed boat yang melakukan penyisiran tersebut membawa 60 orang anggota tim," sebut Musabi.Ditambahkan Musabi, pihak Polres berharap, setelah kegiatan penertiban PETI di Hulu Kuantan dan kecamatan lainnya, mereka yang terlibat PETI menyadari perbuatannya melanggar hukum dan tidak mengulanginya lagi. "Apalagi, sebelum menggelar operasi, pihak kepolisian, Pemda dan instansi terkait terlebih dahulu melakukan sosialisasi ke seluruh kecamatan, agar pelaku PETI tidak lagi beraktivitas," sambungnya.hks