PEKANBARU, GORIAU.COM - Arah kebijakan pembangunan infrastruktur di Riau harus jelas. Karenanya sebagai tahapan dalam penganggaran APBD 2013 mendatang, Komisi C DPRD Riau yang membidangi pembangunan infrastruktur menetapkan salah satu target pembangunan infrastruktur adalah menghilangkan jembatan kayu yang masih ada di Riau.

''Kita akui, meski pembangunan infrastktur di Riau termasuk cepat, namun ternyata masih ada jembatan di Riau yang terbuat dari kayu. Jembatan kayu itu sebagian menjadi tanggungjawab Pemprov Riau. Ini harus jadi target pembangunan pada tahun 2013 mendatang. Semua jembatan kayu harus diganti demi keamanan dan kenyamanan,'' ujar Sekretaris Komisi C DPRD Riau, H Abu Bakar Siddik saat dikonfirmasi, Jumat (16/11/2012) tentang arah kebijakan pembangunan infrastruktur Riau pada tahun 2013 mendatang.

Selain menggesa perbaikan ruas-ruas jalan yang sebagian besar mengalami kerusakan, perubahan jembatan kayu menjadi jembatan permanen dengan konstruksi besi termasuk program prioritas.

''Karena itu kita minta adanya inventarisasi jembatan yang ada di Riau, mana yang sudah tua, mana yang rusak, mana yang akan dibangun baru dan mana yang harus diubah dari kayu ke permanen. Kita akui, saat ini masih ada jembatan di Riau yang terbuat dari kayu dan ini cukup memprihatinkan. Dan kita targetkan 2013 sudah dianggarkan untuk perubahan jembatan kayu itu,,'' kata politisi Golkar ini.

Dijelaskan, sangat ironis rasanya diantara pembangunan jembatan-jembatan mewah di Riau, ternyata masih ada jembatan kayu. Bukan untuk gagah-gagahan, perubahan menjadi permanen tersebut lebih harus lebih menitikberatkan sisi keamanan dan mobilitas yang lebih besar. (nti)