
PEKANBARU, GORIAU.COM - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menyiagakan sebanyak dua pleton atau 200 personil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di Taman Kota, Jalan Cut Nyak Dien. Langkah itu sebagai antisipasi kembali berdagangnya pedagang kaki lima (PKL) di kawasan itu.
Pantauan Analisa, Rabu malam (10/4/2013) sekira pukul 22.00 WIB personil Satpol PP ini disiagakan di belakang Perpustakaan Soeman Hs. Setiap PKL yang akan membuka lapak mereka didekati secara persuasif.
Menyikapi kehadiran Satpol PP itu, beberapa pedagang hanya mengeluarkan kata-kata makian. Namun Satpol PP tidak terpancing dengan makian-makian yang dilontarkan para PKL. ''Memang malam ini kami berencana berjualan lagi di Taman Kota ini. Mau gimana lagi, hasil pertemuan kami dengan anggota DPRD Pekanbaru tadi pagi tidak juga memberikan kepastian di mana tempat relokasi kami,'' kata Eko, salah seorang pedagang yang dijumpai Analisa di Taman Kota, Jalan Cut Nyak Dien Pekanbaru.
Sebelumnya, para PKL Taman Kota bersama Dewan Pimpinan Kota Serikat Rakyat Miskin Indonesia (DPK SRMI) Pekanbaru melakukan aksi unjukrasa di kantor Walikota dan DPRD Kota.
Ketua DPK SRMI kota Pekanbaru, Antony Fitra dalam orasinya meminta Walikota Firdaus ST MT memperbolehkan para pedagang untuk berdagang kembali di Taman Kota, Jalan Cut Nyak Dien Pekanbaru.
''Alasan Pemko menggusur PKL dinilai sungguh tidak rasional. Pedagang kecil digusur tetapi minimarket dibiarkan tumbuh subur,'' tukasnya.
Selain itu, imbuhnya, jika alasannya untuk keindahan kota demi Piala Adipura, mengapa pedagang makanan Kolding (kolak dingin) dan jus yang menggunakan mobil dibiarkan berjualan di sepanjang ruas Jalan Cut Nyak Dien Pekanbaru. (ad)