BENGKALIS- Kabar duka cita dari Kabupaten Bengkalis. Dua orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 kembali meninggal dunia, Ahad (24/5/2020).

Sesuai data dirilis Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, PDP yang meninggal dunia atas nama LS (59 tahun, laki-laki) dari Kecamatan Pinggir. Ia merupakan PDP ke-82 yang mulai dirawat di RS Permata Hati Duri sejak Jumat (22/5/2020).

Satu lagi PDP yang meninggal dunia adalah JP (32, laki-laki) dari Kecamatan Mandau. Ia merupakan PDP ke-80.Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bengkalis, Johansyah Syafri, menjelaskan hasil swab pertama JP yang sebelum tutup usia dirawat di RS Santa Maria, Pekanbaru, sudah diambil sehari sebelum yang bersangkutan meninggal dunia. Namun hasilnya belum diketahui.

''Dengan meninggalnya LS dan JP, maka jumlah PDP di Kabupaten Bengkalis yang meninggal dunia bertambah dari 11 orang menjadi 13 orang atau 15,85 persen dari kumulatif PDP tercatat sebanyak 82 orang,'' ungkap Johan.

Sementara jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 yang sembuh bertambah 1 orang menjadi 52 orang atau 63,41 persen dari kumulatif PDP tercatat sebanyak 82 orang.

''PDP yang sembuh tersebut atas nama SA (23, perempuan) dari Kecamatan Bengkalis,'' terangnya.

SA yang merupakan PDP ke-73 di Kabupaten Bengkalis yang mulai dirawat di RSUD Bengkalis sejak Selasa (19/5/2020). “Swab pertama SA sudah diambil Selasa (19/5/2020). Sedangkan swab kedua Rabu (20/5/2020). Namun hasilnya, baik swab pertama maupun kedua belum diketahui,'' paparnya.

Sedangkan orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19 di Kabupaten Bengkalis bertambah 4 orang. Naik 0,94 persen dibandingkan kemarin sebanyak 425 orang menjadi 429 orang.

Sedangkan untuk ODP baru bertambah 21 orang atau naik 0,32 persen menjadi 6.601 orang dibandingkan angka sehari sebelumnya sebanyak 6.580 orang.

''Pada saat yang bersamaan terdapat 17 orang ODP yang selesai menjalani karantina mandiri. Karena itu, meskipun ODP baru bertambah 21 orang, ODP yang masih harus menjalani isolasi diri di rumah secara kuantitatif hanya bertambah 4 orang,'' terangnya.

Penambahan 21 ODP tersebut, 1 orang atau 4,76 persen memiliki riwayat perjalanan ke negara terjangkit. Sementara yang disebabkan karena terjadinya kontak erat tidak ada atau 0,00 persen.***