YARUSSALEM, GORIAU.COM - Rasheed Rasmi Al-Rashq (14 tahun), seorang bocah Palestina mendapatkan peyiksaan luar biasa dari para tentara Israel.
“Tahanan muda itu dipukuli, disiksa dan dihina oleh para tentara Israel,” ujar Hiba Masalha, pengacara Rasheed, seperti dilansir Mi’raj News.Hiba melanjutkan, peristiwa tersebut terus berlanjut sejak Rasheed ditangkap paksa secara brutal pada 10 Febuari 2014. Menurutnya, Rasheed dipukuli di bagian wajah dan perutnya. Dia pun kerap dilecehkan sejak penjemputan paksa di rumahnya oleh para tentara Israel beberapa waktu lalu.Rasheed ditahan di Komplek Penjara Sharon. Lewat memo, Rasheed memberi keterangan kepada Mi'raj News tentang kekejaman tentara Israel di penjara. “Mereka membawaku dengan paksa di area Gerbang Jaffa di Yerusalem dan mengunci saya di ruangan yang penuh dengan mesin motor,” ujar Rasheed. Rasheed bercerita, ada dua tentara yang mendatanginya. Mereka kemudian mulai memukulinya agar Rasheed mengakui kesalahan yang dituduhkan. Rasheed juga diinterogasi selama 30 hari tanpa henti.“Pernah suatu ketika saya dibiarkan berdiri di lapangan tanpa mengenakan satu helai pakaian pun dan mereka memulai untuk menyiksa, melecehkan, menghina dan meludahi saya,” lanjutnya. Para pengawas Penjara Sharon itu tidak pernah mengizinkan saya untuk keluar dari sel, tidak seperti para tahanan yang lain. “Tidak hanya itu saja, kepala sipir sering sekali meneriaki dan mengganggu saya jika saya tertidur, suaranya yang sangat keras dan kasar terkadang membuat kepala saya sakit sangat sakit,” kata Rasheed.***

