JAKARTA, GORIAU.COM - Nurjaman Center For Indonesian Democracy (NCID) merilis hasil survey debat Capres 2014, debat Calon Presiden nomor urut 1 Prabowo Subianto dengan Calon Presiden nomor urut 2 Joko Widodo mengangkat tema Pembangunan Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial.
NCID melakukan survey Short Message Service (SMS) ke 2000 nomor telepon dengan jumlah responden 1100, Margin of Error 4 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Survey dilakukan dengan metode Top of Mind, Multistage Random Sampling, dengan tingkat partisipasi sebesar 56%, menghasilkan Prabowo Subianto unggul 53% dan Jokowi 47%.
''Kecenderungan masyarakat lebih memilih Prabowo sebagai pemenang debat Capres karena pemaparan Prabowo lebih jelas, terarah dan terkonsep, ketimbang Jokowi yang hanya memaparkan teknis. Sebagai contoh, Prabowo menyatakan akan membuka 2 juta hektar pertanian dan menjelaskan secara rinci bagaimana ia akan memanfaatkan penutupan kebocoran uang negara untuk merealisasikan program tersebut,'' ujar Jajat melalui rilisnya kepada GoRiau.com, Senin (16/6/20140.
Jajat menilai, masyarakat Indonesia sudah cerdas dan lebih rasional, pasalnya ketika Jokowi memaparkan program yang ingin ia bangun, seperti tol laut, Jokowi tidak menjelaskan bagaimana ia akan mendapatkan dana dan konsep program tersebut secara jelas. Jokowi hanya menekankan bahwa dana sudah ada dan tinggal eksekusi belaka dengan pengawasan, ia juga berkali-kali mengatakan ''gampang''.
''Secara keseluruhan penampilan Jokowi di panggung debat patut diapresiasi, walaupun terlihat masih tegang dan ''Demam Panggung''. Namun, pada kenyataannya apa yang Jokowi paparkan, masih kalah kelas dengan apa yang diusung oleh Prabowo, terlihat jelas mana Capres yang mempunyai persiapan matang,'' tutup Jajat. (rls)



