JAKARTA, GORIAU.COM - PDIP menargetkan meraup 27 persen suara pada Pemilu Legislatif 2014 ini, namunberdasarkan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei, PDIP gagal mencapai target tersebut. Berarti, PDIP gagal memanfaatkan Jokowi Effect.
Menanggapi hal itu, calon presiden dari PDIP, Joko Widodo alias Jokowi menduga kegagalan ini karena mesin politik partainya kurang maksimal.
"Marketing politiknya itu gasnya kurang mentok. Karena kondisi kita yang mau ngiklam lima tahun tapi hanya punya tiga hari," ujar dia.
Gubernur DKI Jakarta tersebut menilai, salah satu faktor yang membuat PDIP tak mencapai target pada pemilu kali ini yaitu kurangnya marketing politik. Dia mengatakan, PDIP kurang beriklan. Partai yang memiliki nomor urut empat pada pemilu kali ini hanya mampu beriklan di televisi selama tiga hari saat masa kampanye. Sementara partai lain telah beriklan di televisi sejak lima tahun lalu.
"Kalau dibilang puas ya ndak puas," ujarnya. Meski mengaku tak puas, Jokowi mengaku tetap bersyukur lantaran PDIP menduduki peringkat satu. Dia mengatakan, hasil perolehan suara hari ini merupakan pilihan rakyat.
Berdasarkan hasil penghitungan suara sementara yang dilakukan CSIS, PDIP mengungguli perolehan suara. Namun, suara partai berlambang banteng tersebut tak sampai 20 persen. Padahal, target nasional PDIP adalah 27 persen.***



