JAKARTA, GORIAU.COM - Perdana Menteri Malaysia Najib Razak telah mengumumkan bahwa pesawat Malaysia Airlines MH370 berakhir di selatan Samudera Hindia. Namun menurut analisis mantan Presiden RI yang juga pakar penerbangan BJ Habibie, MAS MH370 meledak di udara, setelah tiba-tiba ada masalah dengan pesawat.

"Tidak ada sabotase. Itu benar-benar saya jelaskan, perkiraan saya pesawat tersebut, dalam keadaan terbang tiba-tiba ada masalah. Saya tidak tahu masalah apa," ujar Habibie di Hotel Sari Pan Pacific, Rabu (26/3/2014).Menurut Habibie, ketika itu tidak ada sensor yang menunjukkan kerusakan yang menyebabkan kondisi pesawat meledak di atas. "Dua jam terbang, masih enam jam waktu terbang sehingga itu yang menyebabkan pesawat ludes," imbuh Habibie."Enggak ada itu pesawat utuh yang terjun ke laut. Kalau begitu bahan bakarnya masih ada dong," kata Habibie."Jadi perkiraan saya pesawat dalam keadaan terbang sekitar dua jam, enam jam. Tiba-tiba di kokpit sensor diperlihatkan ada masalah, entah masalah apa yang menunjukkan kerusakan, yang menyebabkan kondisi pesawat bisa meledak di atas," ulangnya.Habibie turut mengucapkan duka cita terhadap keluarga korban MH370.Sebelumnya, Pemangku Menteri Transportasi Malaysia, Hishammuddin Hussein, menyatakan pemerintahnya akan terus melakukan operasi pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang meskipun nantinya armada dari negara-negara yang membantu sudah ditarik mundur."Operasi tetap berjalan sampai pesawat MH370 ditemukan," kata Hishammuddin dalam jumpa pers hari ke-18 pencarian MH370 di PWTC, Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa.Dia menjelaskan, sampai serpihan ditemukan, Malasia akan meneruskan operasi pencarian dengan mengandalkan kepakaran tim dari Prancis.Serpihan yang ditemukan, nantinya kemungkinan akan dibawa ke Perth mengingat Australia lah yang memimpin operasi di kawasan tersebut. "Namun saya akan konfirmasikan hal ini lebih lanjut nanti," kata Hishammuddin.***