
JAKARTA, GORIAU.COM- Kapolri Badrodin Haiti mengatakan situasi Idul Fitri 1436 H di Indonesia aman. Tapi di Karubaga, ibukota Kabupaten Tolikara, Papua, pada Jumat pagi sekitar pukul 08.00 WIT, enam buah rumah, 11 kios dan sebuah masjid dibakar sekelompok warga setempat. Pembakaran terjadi saat ibadah salat Ied. Ratusan jamaah salat Ied berhamburan menyelamatkan diri.
Para pelaku pembakaran melempari batu ke arah masjid dan berteriak, "jangan ada ibadah di Tolikara. Letak Tolikara sekitar empat jam dari Wamena.
Aparat gabungan TNI/Polri mengamankan lokasi pembakaran. "Hingga kini motifnya masih kami selidiki. Situasi di Karubaga saat ini aman dan kondusif," kata Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Polisi Rudolf Patrige, Jumat, 17 Juli 2015.
Data yang didapat, tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, tapi pelaksanaan salat Idul Fitri 1436 Hijriah atau salat Ied batal dilaksanakan. "Berlangsung salat Ied saat peristiwa ini meletus. Akibatnya, warga ketakutan dan berlarian menyelamatkan diri ke kantor Koramil dan Pos 756/Wms," jelas Patrige.
Wilpret, 36 tahun, seorang warga setempat mengatakan tak lama setelah kejadian pembakaran, Bupati Tolikara Usman Wanimbo bersama Ketua DPRD setempat mengimbau warganya agar menghentikan aksinya dan tak lakukan tindak kekerasan. "Pak Bupati melalui pengeras suara sambil keliling pakai mobil meminta warga menghentikan aksinya," katanya.
Dari laporan yang didapat, korban pembakaran rumah dan 11 kios ini sedang diungsikan aparat keamanan di depan Koramil 1702/Wms. Mereka sementara ditampung dengan menggunakan tenda darurat. Walau kondisi dan situasi di Karubaga pasca kejadian kembali normal, tapi sebagian warga masih takut keluar rumah.
Pemda Diminta Segera Selesaikan
Wakil Presiden Jusuf Kalla menyesalkan terjadinya bentrokan antarwarga di Kabupaten Tolikara. Kalla mengimbau aparat kepolisian dan pemerintah Papua segera menyelesaikan bentrokan tersebut sesuai dengan koridor hukum. "Saya yakin bahwa kepolisian dan pemda setempat mampu menyelesaikannya dengan baik," kata Kalla di Istana Wakil Presiden, Kebon Sirih, Jumat, 17 Juli 2015.
Bentrokan bermula ketika sebuah masjid dilempari dan dibakar. Saat masjid itu diserang, warga yang sedang menjalankan salat langsung berhamburan keluar. Enam rumah dan sebelas kios yang berada sekitar masjid itu juga diserang.
Wakil Presiden Kalla mengatakan informasi yang diperolehnya menyebutkan bentrokan itu dipicu masalah speaker alias pelantang yang diributkan dua komunitas yang tengah menggelar acara yang berdekatan dan bersamaan. "Ada dua acara di tempat yang berdekatan di situ. Memang asal-muasalnya kejadian soal speaker itu," kata Kalla. Dia menilai perlu ada komunikasi yang lebih baik di antara dua kelompok masyarakat itu agar kerusuhan tidak meluas.***