
SELATPANJANG - Mulai tahun ini, Badan Amil Zakat (BAZNas) Kabupaten Kepulauan Meranti menggarap zakat sektor pertanian, khusus padi. Pada tahun pertama ini, Baznas Meranti berhasil mengumpulkan lebih kurang 700 kilogram padi di Kecamatan Rangsangbarat.
Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris BAZNas Kepulauan Meranti M Khozin didampingi Kasubbag Keuangan Yono, Senin (22/5/2017).
Kata Khozin, 700 kilogram padi itu akan disalurkan kepada masyarakat Rangsangbarat yang dianggap membutuhkan. Sebelum diserahkan, padi terlebih dahulu digiling sehingga menjadi beras dan dipaketkan masing-masing 5 kg yang selanjutnya diserahkan ke masyarakat.
"Zakat pertanian padi baru tahun ini. Sebelumnya kita menitikberatkan pada profesi (pegawai, red) saja," kata Khozin.
Beras hasil zakat pertanian padi itu, akan diserahkan ke Masyarakat Rangsangbarat dalam bentuk program, paket konsumtif. Selain beras, nantinya masyarakat yang membutuhkan juga diberikan uang tunai untuk keperluan belanja barang sehari-hari.
"Kita sudah punya daftar warga kurang mampu yang diberikan pihak desa. Sebelum dibantu, tim terlebih dahulu akan menverifikasi apakah mereka layak menerima atau tidak. Saat ini tim sudah di lapangan," beber Khozin.
Dijelaskan Khozin, untuk mengeluarkan zakat pertanian padi ini, dikenakan 5 sampai 10 persen apabila produksi mencapai 653 kg. Zakat sebesar 10 persen harus dikeluarkan seseorang kalau hasil tersebut murni milik dan dikerjakan sendiri. Sementara, kalau lahan disewakan ke orang (hasilnya dibagi, red) hanya dikenakan 5 persen saja.
"Kalau lahan sendiri, olah sendiri, itu 10 persen. Kalau lahan disewakan ke orang lain, mereka bagi hasil, hanya 5 persen zakatnya," ujar Khozin.
Untuk zakat pertanian ini dikumpul setiap kali panen. Selain masuk ke sektor pertanian padi, rencananya BAZNas juga akan menggarap sektor lain seperti karet, dan kelapa.
"Sebelum menggarap zakat pertanian sektor padi, kita adakan beberapa kali sosialisasi. Alhamdulillah hasilnya sudah nampak. Kita akan rambah sektor pertanian lain nantinya, tapi secara bertahap," kata Khozin. ***