PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Bila tak ada aral melintang, dua menteri Republik Indonesia akan datang ke Kabupaten Pelalawan. Untuk yang pertama, direncanakan Kamis (7/2/2012), Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan akan berkunjung ke kawasan Taman Nasional Teso Nilo (TNTN), sedangkan tanggal 16 Februari nanti menyusul Menko Perekonomian RI Hatta Rajasa yang akan datang ke Pekanbaru dalam acara Rakernas Partai PAN. Usai itu, Menko RI itu rencananya akan dibawa Bupati Pelalawan HM Harris meninjau lokasi lahan tempat akan dibangunnya lokasi pembangunan Kawasan Teknopolitan di Langgam.

"Insya Allah, jika tak ada halangan, Kamis (7/2), Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan akan meninjau lokasi Kawasan Taman Nasional Teso Nilo (TNTN) di daerah ini. Kemudian pertengahan Februari nanti, tanggal 16 Februari tepatnya, Menko Perekonomian RI Hatta Rajasa akan datang berkunjung ke Pekanbaru dalam rangka membuka acara Rakernas Partai PAN. Usai itu, Bupati Pelalawan HM Harris akan membawa Menko Perekonomian RI itu untuk meninjau langsung serta melihat secara dekat kondisi lokasi lahan tempat akan dibangunnya pembangunan kawasan teknopolitan di Langgam. Pada kunjungan Menko Perekonomian Ke Pelalawan itu tak menutup kemungkinan akan didampingi Menristek RI Prof Dr Ir H Gusti Muhammad Hatta nantinya," terang Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pelalawan Drs M Syahrul Syarif MSi pada sejumlah media di Pangkalan Kerinci, Selasa (5/2/2013).

Syahrul mengatakan bahwa pada saat Menhut datang ke lokasi TNTN nanti, Pemkab Pelalawan akan menyempatkan waktu untuk mempertajam tindaklanjut dari disetujuinya Kabupaten Pelalawan sebagai Kawasan Perhatian Inventasi (KPI) di Indonesia Koridor Sumatera. Hal ini adalah sebagai bentuk realisasi dan aplikasi dari program MP3EI yang disetujui Menhut RI selaku Ketua Komite Perluasan Pelaksanaan pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI) Koridor Sumatera di Indonesia.

"Dengan kunker Menhut ke daerah ini maka kita akan minta petunjuk dan arahan serta komitmen Menhut terkait tindak lanjut dari pelaksanaan disetujuinya Kabupaten Pelalawan sebagai Kawasan KPI. Jadi pada saat Menhut datang ke daerah ini akan kita memfaatkan waktu untuk pandangan dan arahannya terkait apa saja langkah strategi kegiatan program pembangunan yang akan dilakukan Pemkab Pelalawan untuk mempercepat realisasi Pelalawan ditunjuk sebagai kawasan KPI sebagai bentuk mempermulus pelaksanaan program MP3EI diprogram pemerintah pusat tersebut di daerah kita ini ke depannya," ungkapnya.

Pasalnya, sambungnya, berdasarkan surat keputusan Kementerian Koordinator Bidang perekonomian RI melalui Komite KP3EI yang dikomandani Menhut RI nomor S- 107/SES.KP3EI/11/2012 tertanggal 29 November 2012 lalu dan ditandatangani Deputi Menko Perekonomian Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah selaku Sekretaris KP3EI Lely Eko Wuryanto menyebutkan bahwa sebagai menyikapi tindak lanjut dari kegiatan pengajuan usulan Kabupaten Pelalawan menjadi KPI dalam MP3EI dimana Workshop dan FGD Penguatan Sistem Inovasi untuk mendukung Industri Hilir Kelapa sawit dalam inpelementasi MP3EI korifor Sumatera di Kabupaten Pelalawan tanggal 11-13 April 2012 lalu.

"Selain itu, ini juga merupakan tindaklanjut dari presentasi tentang pengajuan Kabupaten Pelalawan menjadi kawasan KPI potensial koridor Sumatera –MP3EI oleh Bupati Pelalawan pada Sekretariat KP3EI di Jakarta 21 Juni 2012 lalu," katanya.

Tak hanya itu, lanjutnya, ini juga menyikapi dari presentasi tentang pengajuan Kabupaten Pelalawan menjadi KPI potensial koridor ekonomi Sumatera-MP3EI olerh Bupati Pelalawan kepada Tim Kerja Koridor Ekonomi Sumatera di Pekanbaru 13 Juli 2012 lalu. Bersamaan itu menindaklanjuti surat Menhut nomor S.316/Menhut-II/2012 terkait penyampaian usulan Kabupaten Pelalawan menjadi KPI dengan rencana investasi Rp 67 Triliyun kepada Menko perekonomian selaku Ketua Harian KP3EI tertanggal 24 Juli 2012 lalu.

"Jadi menyikapi itu semua, pihak sekretariat KP3EI pada prinsipnya telah menerima usulan Kabupaten Pelalawan menjadi KPI dalam MP3EI dan kepada Tim kerja Koridor Ekonomi Sumatera untuk segara melanjutkan proses kegiatan program yang diperlukan sebagaimana mestinya," ujar mantan Sekretaris Bappeda ini.

Ditambahkannya, dengan isi surat tersebut maka dengan kedatangan Menhut dan Menko Perekonomian yang akan datang ke Kabupaten Pelalawan ini benar-benar akan dimanfaatkan waktu untuk menyakinkannya terkait semua kesiapan Pemkab Pelalawan menjadi kawasan pembangunan teknopolitan koridor Sumatera.

"Dengan kesiapan ini, kita akan minta petunjuk dan arahan langkah strategis program kegaiatan apa saja lagi yang harus kita lakukan ke depannya untuk mempercepat merealisaikan program MP3EI Koridor Sumatera dipusatkan pembangunannya di daerah ini," tutupnya. (ilm)