PEKANBARU, GORIAU.COM - Selain ditahannya Sang Ibunda oleh tentara Belanda saat zaman penjajahan, ternyata masih banyak cerita duka dan pahit yang dialami Gubernur Riau (Gubri), H Annas Maamun pada masa itu.

Beberapa diantaranya sulitnya menemukan ketenteraman hidup hingga susah mencari makan. Gubri menceritakan pada masa penjajahan tersebut, dirinya ikut merasakan makanan sagu karena sulitnya mencari makanan.

"Susahnya mencari makanan, hingga kami terpaksa makan sagu. Saya ikut merasakannya," kata Gubri di hadapan para perintis kemerdekaan, veteran, wredatama, warakawuri.

Untuk itu, di detik-detik peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Republik Indonesia, Gubri mengajak seluruh masyarakat agar memahami arti penting kemerdekaan.

"Mereka (pejuang, red) berjuang untuk bangsa dan negara. Mereka berjuang bagaimana masa depan bisa merdeka seperti yang kita rasakan saat ini. Kita harus menghormati itu," pesan Gubri.

Ibunda Gubri ditahan tentara Belanda selama lebih kurang 14 hari. Bahkan bukan ibunda saja, adik Gubri juga menjadi korban penahanan Belanda. "Penjajahan Belanda juga menyisakan sejarah bagi keluarga saya. Emak (Ibu, red) saya ditahan selama 14 hari," kata Gubri dalam sambutannya.

Dirinya yang sudah menginjak usia 74 tahun sangat merasakan bagaimana pahitnya menjalani hidup saat Indonesia masih dikendalikan Tentara Belanda. Mulai dari keselamatan, hingga susahnya mencari makan.***