BENGKALIS, GORIAU.COM - Karena begitu banyaknya barang bawaan, pembongkaran muatan kapal hasil tangkapan Bea dan Cukai Bengkalis karena tidak memiliki dokumen resmi, tetap saja tak siap-siap. Kapal tak juga kosong meski seluruh tenaga dan upaya dikerahkan. Padahal, proses pembongkaran sudah dilakukan selama dua hari.

Pihak Bea dan Cukai Bengkalis dibantu buruh angkut hingga Rabu (1/5/2013) masih sibuk membongkar muatan kapal yang berisi barang selundupan senilai miliaran rupiah hingga Rabu (1/5) sore. Mobil pick up L-300 tampak hilir mudik dari Pelabuhan Pelindo ke gudang penyimpanan milik BC yang jaraknya tidak begitu jauh dari tempat sandarnya KLM Hasil Makmur Utama.

Pantauan di pelabuhan Pelindo Bengkalis, satu persatu barang dicacah serta dilakukan pendataan oleh petugas BC. Sebagian besar barang yang diamankan tersebut berupa ratusan gulung bahan tekstil, karpet, mainan anak-anak dan aksesoris kendaraan bermotor.

Atan (35) salah seorang warga Bengkalis yang ikut membongkar barang-barang ilegal tanpa dilengkapi dokumen sah itu mengaku dirinya diajak supir L-300 untuk ikut membongkar barang-barang tersebut dari kapal menuju ke Gudang Bea Cukai.

“Belum tahu lagi bang berapa hitungannya, tapi yang jelas kata Pak Supir kita dibayar nantinya setelah selesai membongkar barang-barang ini. Paling tidak dua atau tiga hari ini ada pekerjaan kami disini,” tutur Atan.

Akibat belum selesainya proses bongkar dan pendataan jenis barang serta berapa nilai, pihak Bea Cukai belum bisa memberi keterangan resmi kepada pers. Seyogya pihak BC akan memberi keterangan pers bersama kasus penangkapan sabu-sabu, tapi urung dilakukan karena proses pembongkaran dan penghitungan belum selesai.

Informasi yang diperoleh bahwa kapasitas kapal yang berhasil ditangkap tersebut lumayan besar dan berisi barang cukup banyak. Saking banyaknya, semua gudang penyimpanan milik BC penuh sehingga terpaksa dipadatkan. (jfk)