TELUKKUANTAN, GORIAU.COM - Bentrok antara Kenegerian Simandolak Kecamatan Benai dan Kenegerian Teratak Kecamatan Sentajo Raya beberapa hari lalu, ternyata menelan korban jiwa. Dimana, Piron alias Kancial warga Simandolak mendapat 'hadiah' timah panas di bagian kaki dari kelompok Teratak.

"Piron alias Kancial kena tembak, dua peluru bersarang di kakinya," ujar Hevi, warga Simandolak kepada GoRiau.com, Jumat (2/10/2015) pagi.

Dikatakan Hevi, korban sudah mendapatkan perawatan dari Puskesmas dan dibawa ke dokter umum di Telukkuantan. Ia terkena peluru dari senapan angin yang sudah dimodifikasi.

"Kekuatan senapan ini bisa membunuh seekor babi, itu yang digunakan untuk menembak korban," ujar Hevi.

Informasi tentang kena tembaknya satu orang warga Simandolak ketika konflik kemaren, juga beredar di tengah-tengah masyarakat Kuansing.

Meski demikian, Kapolres Kuansing AKBP Edy Sumardi P, SIk yang ditemui GoRiau.com pada Jumat siang membantah adanya korban jiwa.

"Tak ada, itu hanya isu. Isu yang dimainkan oleh sekelompok orang supaya keamanan di Kuansing terganggu," ujar Edy.

Ia juga menyangkal adanya pembakaran satu unit sepeda motor milik warga Simandolak yang saat itu sedang bekerja di TKP.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kedua kenegerian ini berebut tanah ulayat. Tanah tersebut berada tepat di perbatasan kedua kenegerian ini. Sebetulnya, konflik perebutan tanah ulayat bukan hal baru. Sebab, pada tahun 2005 silam, kedua kenegerian sudah pernah bertikai.(***)