RENGAT, GORIAU.COM - Meski sudah beralih dari pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) menjadi pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG), namun kinerja PLN Rengat semakin tidak jelas. Bahkan pasca peralihan ini, listrik lebih sering hidup mati ketimbang menggunakan pembangkit lama.

Surya, warga Rengat kepada wartawan, Senin (28/1/2013) mengatakan, sejak peralihan itu, listrik lebih sering hidup dan mati. Bahkan sekarang listrik lebih sering mati mendadak.

''Akibatnya banyak alat-alat elektonik yang yang rusak. “Kita sebagai pelanggan tidak meminta banyak terhadap PLN, kita hanya minta PLN dapat bekerja profesional, sehingga masyarakat tidak terus-terusan dirugikan, karena masyarakat dituntut untuk membayar rekening listrik sesuai dengan waktu yang ditentukan, jika tidak maka akan terjadi pemutusan oleh pihak PLN”, ujarnya. (aun)