
PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Disinyalir menyebabkan kerusakan jalan, akhirnya truk bermuatan lebih yang melintasi Jalan Lintas Timur, Pelalawan disweeping LSM Peduli Riau. Aksi sweeping ini dilakukan karena masyarakat dan LSM muak dengan sikap aparat yang tak peduli dan melakukan pembiaran terhadap kendaraan yang mengakut tidak sesuai ketentuan.
Aksi sweeping oleh puluhan anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Peduli Riau Pelalawan dan warga Pangkalan Kerinci ini dilakukan, Senin (28/1/2013) di KM 70 Jalan Lintas Timur.
Dalam aksinya, warga Pangkalan Kerinci menghentikan truk-truk kayu Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) dan Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang kemudian melakukan pengukuran terhadap panjang truk, tinggi muatan dan berat muatan yang dibawa truk-truk yang dihentikan tersebut.
Setelah dilakukan pengukuran ditemukan banyak truk PT RAPP yang mencapai 13 meter, dan ketinggian 4,75 meter serta beratnya mencapai 30 ton.
Menurut Koordinator lapangan Erzepen di lokasi sweeping, Senin (28/1/2013), truk-truk bermuatan lebih yang sebagian besar adalah truk pengangkut kayu untuk bahan baku industri kertas IKPP itu sangat menyalahi aturan. Semestinya batas muatan itu hanya 18 ton namun saat dilakukan sweping banyak ditemukan muatan yang mencapai 30 ton.
"Truk-truk bermuatan kayu yang bertonase lebih ini membuat jalan jadi rusak dan berlobang sehingga menyebabkan meningkatnya angka kecelakaan," ujarnya. (ilm)