PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Perusahaan pembuat bubur kertas, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dinilai arogan. Pasalnya, perusahaan tersebut tak kunjung menyetujui pembangunan jalan dari Kota Pangkalan Kerinci menuju Desa Lalang Kabung yang melintasi areal perusahaan tersebut.

Karena tak kunjung memberi jawaban, masyarakat curiga perusahaan sengaja mempersulit karena takut ketahuan aktifitasnya terutama persoalan limbah. Pasalnya, masyarakat menilai areal yang akan dilintasi jalan tersebut merupakan area pembuangan limbah perusahaan.

''Kami sangat kecewa dengan RAPP, perusahaan ini sangag arogan, masak tak mau memberikan izin pembangunan jalan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, kami curiga ada yang mereka tutup-tutupi khususnya mengenai limbah,'' ujar pemuda Lalang Kabung, Isrin, Senin (4/2/2013).

Dikatakan, dengan tak memberi izin pembangunan jalan tersebut berarti RAPP telah menghambat percepatan pembangunan Kabupaten Pelalawan. Apalagi untuk pembangunan tersebut dana yang digunakan dari pemerintah, bukan dari perusahaan.

''Tertundanya pembangunan jalan ini sudah dua tahun. Kami sangat kecewa dengan RAPP yang hanya memikirkan diri sendiri tanpa mempertimbangkan masyarakat sekitarnya. Kami curiga, perusahaan takut ketahuan rahasia pembuangan limbahnya oleh masyarakat,'' katanya dengan nada curiga.

Sementara itu, terkait hal ini pemerintah Kabupaten Pelalawan telah menawarkan tiga opsi yang harus dipilih oleh perusahaan namun sampai saat ini perundingan masih menemukan jalan buntu. Bupati Pelalawan HM. Harris ketika merayakan Hari Ulang Tahun-nya yang ke 63 di Media Center, menyebutkan bahwa ketiga opsi tersebut, PT RAPP memilh opsi yang ketiga yakni melintasi jalan lama, simpang Perak. Namun untuk merealisasikan hal itu, perusahaan harus minta persetujuan tertulis kepada warga Lalang Kabung karena warga tidak mau melalui jalan tersebut disebabkan medannya yang sulit. (ilm)