PEKANBARU, GORIAU.COM - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Riau menyatakan prihatin terhadap maraknya operasi penambangan emas tanpa izin di sepanjang Sungai Kuantan di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Penambangan ilegal mengakibatkan lingkungan Sungai Kuantan yang semula amat jernih kini rusak.

"Sangat prihatin dengan kondisi Sungai Kuantan saat ini. Sejak awal beroperasinya PETI (penambangan emas tanpa izin), Walhi sudah mengingatkan tentang bahaya dampak yang akan ditimbulkan," kata Direktur Eksekutif Walhi Riau Hariansyah Usman kepada Media Indonesia di Pekanbaru, Kamis (22/3/2013).

Menurutnya, secara nyata dampak yang dirasakan masyarakat luas akibat aktivitas penambangan ilegal itu adalah suara bising dari mesin tambang dan keruhnya air sungai. "Dan yang tidak kasat mata adalah zat kimia yang digunakan, yaitu air raksa," ungkap aktivis lingkungan yang akrab disapa Kaka itu.

Ia menambahkan, berdasarkan informasi yang dikumpulkan Walhi di lapangan, diduga kuat ada sindikasi penambangan emas ilegal yang beroperasi di Sungai Kuantan yang melibatkan aparat pemerintah dan kepolisian. "Betul (dipelihara) sehingga penambangan ilegal ini tidak pernah bisa dihentikan. Bahkan, jumlah kapal isap atau dompeng yang beroperasi terus bertambah," tegasnya.

Penambangan ilegal di Kabupaten Kuantan Singingi marak sejak sekitar tujuh tahun terakhir. Aktivitas itu berlangsung bebas di sepanjang Sungai Kuantan di sekitar pemukiman penduduk, wilayah perkebunan, serta sekitar kantor aparat pemerintahan dan pos Polisi. Namun, tidak pernah ada tindakan tegas dari aparat pemerintah setempat.

Operasional penambangan ilegal yang menggunakan air raksa mengakibatkan Sungai Kuantan tercemar. Air Sungai Kuantan yang dulu jernih dan menjadi sumber kehidupan masyarakat setempat, saat ini sudah berubah menjadi keruh kecoklatan sehingga tidak layak digunakan untuk kehidupan sehari-hari.

"Kerusakan lingkungan yang terjadi di Sungai Kuantan sangat jelas. Hal itu dikuatkan dengan hasil penelitian Dinas Kesehatan Pemkab Kuantan Singingi yang menyatakan Sungai Kuantan tercemar logam berat atau air raksa," tegas Kaka. (mtv)