RENGAT, GORIAU.COM - Sikap militan ditunjukkan SDN 24 Desa Pasir Kemilu (Paskem) Kecamatan Rengat. Indragiri Hulu, Riau. Meski sekolah itu sudah satu bulan terendam banjir, namun proses belajar mengajar masih terus berjalan. Bahkan kedalaman air di halaman sekolah mencapai 30 cm, sementara jarak dinding sekolah dengan bibir sungai Indragiri hanya sekitar 10 meter.

Kepala Sekolah SDN 24 Darmawati saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Sabtu (8/12/2012) mengakui, kalau kondisi saat ini pihaknya tetap penyelenggarakan proses belajar mengajar, hanya saja upacara bendera tidak dilaksanakan karena pekarangan dipenuhi air. “Kalau senam kesegaran jasmani kita lakukan didalam kelas. Tapi kalau upacara sudah satu bulan ini tidak pernah,” terang Darmawati. 

Dengan kondisi lahan sekolah yang berjarak 10 meter dari bibir sungai dikhawatirkan akan semakin dekat. Sebab, kondisi lahan disekitar bibir sungai sangat labil sekali. Dikhawatirkan akan terulang kembali pergeseran gedung sekolah seperti beberapa tahun sebelumnya. 

''Akibat abrasi gedung sekolah ini juga sudah tiga kali pindah. Bangunan sekolah terban ke sungai dan hanyut dibawa derasnya arus sungai Indragiri. Namun menurut kabar yang kami terima dari Kades Paskem, Pemkab segera membangun turap sepanjang 700 meter di tahun 2013 mendatang. Mudah-mudahan segera terealilasi tahun depan, kalau tidak, kami khawatir sekolah ini ikut hanyut,'' ujarnya. 

Darmawati mengaku kalau Dinas Pendidikan ada memantau kondisi sekolahnya, namun hanya sebatas via telepon saja. Disebutkannya, hanya pihak Bappeda Litbang ada meninjau langsung ke sekolahnya. 

Darmawati telah mengusulkan dengan pihak Bappeda terkait kondisi mobiler seluruh kelas yang berjumlah enam kelas. Dikatakan, seluruh meja kursi belajar\ dienam kelas serta guru dibagian kaki sudah lapuk dimakan usia. “Meja kursi sudah banyak yang tidak layak pakai. Bagian meja kursi seluruh kelas sudah lapuk. Untuk mensiasatinya kita sambung agar tetap bediri, sehingga seluruh murid bisa belajar seperti biasa,” ujar Darmawati. 

Dikatakan, jumlah murid di SDN 24 Pasir Kemilu sebanyak 143 murid tidak terganggu proses belajar mengajar selama ini, kendati air sungai menggenangi halaman sekolah. Hanya saja, Darmawati mengkhawatirkan bila anak muridnya ada bermain di tepian sungai. Sebab, jarak sekolah dengan bibir sungai sangat berdekatan. (aun)